Bupati Bone, H Andi Asman Sulaiman, punya imbauan menarik buat warganya. Ia minta masyarakat mulai berpikir ulang soal cara menyimpan harta. Daripada uang tunai menumpuk di rumah atau di rekening, lebih baik dialihkan ke emas dan perak.
Lho, kenapa? Alasannya sederhana tapi penting: mengantisipasi inflasi. Bahkan, kalau-kalau ada risiko hiperinflasi di masa depan. Menurut sang Bupati, logam mulia punya nilai yang jauh lebih stabil. Dalam jangka panjang, harganya cenderung naik.
Berbeda dengan uang kertas yang nilainya bisa tergerus inflasi.
"Perlu ada kesadaran bersama untuk tidak lagi hanya menyimpan harta dalam bentuk uang, tetapi mulai mengonversinya ke tabungan emas atau perak. Ini sebagai langkah menjaga nilai aset masyarakat,"
ujarnya, Minggu (22/3/2026).
Nah, yang bikin usulan ini terdengar realistis adalah kemudahan aksesnya. Sekarang ini, kata Bupati, masyarakat nggak perlu repot. Sudah banyak platform resmi yang menyediakan layanan tabungan emas. Pegadaian, misalnya. Atau lewat perbankan seperti Bank Syariah Indonesia dan Bank Rakyat Indonesia.
Artikel Terkait
KPK Alihkan Status Tahanan Mantan Menag Yaqut Cholil Qoumas ke Rumah
Menteri Luar Negeri Iran Ucapkan Idulfitri dan Apresiasi Dukungan Indonesia, Malaysia, Brunei
Spalletti Geram, Juventus Gagal Penalti Lagi dan Cuma Raih Satu Poin Lawan Sassuolo
Rekayasa Lalu Lintas Satu Arah Diberlakukan di Tol Jagorawi Menuju Puncak