Dari Teheran, ucapan Selamat Hari Raya Idulfitri datang dengan nada yang berbeda. Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, tak hanya menyampaikan salam lebaran, tetapi juga menyelipkan apresiasi khusus untuk negara-negara di Asia Tenggara. Indonesia, Malaysia, dan Brunei disebutnya telah memberikan dukungan kepada Iran di tengah memanasnya konflik di Timur Tengah.
Pernyataan itu ia sampaikan melalui platform X, tepat di hari Idulfitri, Minggu 22 Maret 2026.
"Selamat Hari Raya Idulfitri. Terima kasih kpd pemerintah & masyarakat Muslim serta pencinta keadilan di Asia Tenggara (Indonesia, Malaysia, Brunei) yg mengecam agresi brutal Amerika Serikat dan rezim Zionis terhadap bangsa Muslim Iran di bln Ramadan serta menunjukkan solidaritas," tulis Araghchi.
Menurutnya, dukungan itu adalah bentuk solidaritas yang nyata. Ia melihat sikap negara-negara Asia Tenggara itu sebagai respon atas apa yang disebutnya "agresi brutal" Amerika Serikat dan Israel, yang berlangsung sejak akhir Februari dan masih berlanjut hingga bulan suci Ramadan dan hari raya.
Memang, situasi di kawasan itu sudah memanas sejak akhir Februari lalu. Serangan dari AS dan Israel memicu balasan dari Teheran, yang tak tanggung-tanggung meluncurkan drone dan rudal ke sejumlah target. Ketegangan ini, mau tak mau, menarik perhatian dunia.
Di sisi lain, reaksi global pun bermunculan. Banyak negara, termasuk di kawasan Asia Tenggara, turut bersuara. Mereka mendorong deeskalasi dan menyerukan agar hukum internasional dihormati oleh semua pihak. Araghchi, dalam pesannya, seolah menangkap suara itu sebagai sebuah dukungan moral yang penting bagi Iran di tengah gejolak yang terjadi.
Artikel Terkait
BPOM: Indonesia Miliki 31.000 Jenis Tumbuhan Siap Jadi Bahan Baku Kosmetik Alami
Konflik Geopolitik Global Dongkrak Biaya Produksi Kosmetik Nasional
BMW Raup Pendapatan Sebelum Pajak Rp46,98 Triliun, Anjlok 25 Persen Imbas Tarif AS dan Serbuan Mobil China
Kemendag Terbitkan Aturan Baru, Perkuat Kewenangan Pemerintah dalam Penangguhan hingga Pencabutan Izin Ekspor