Di tengah dinamika pasar saham yang beragam, ada kabar segar datang dari PT Xolare RCR Energy Tbk. Lewat anak perusahaannya, PT Aplikasi Bitumen Indonesia (ABI), emiten yang akrab disapa SOLA ini baru saja mengamankan kontrak kerja senilai Rp14,72 miliar. Nilainya cukup signifikan, bukan? Kontrak ini diberikan oleh PT Royaltama Mulia Konstruksi (ROKT), yang merupakan bagian dari grup PT Royaltama Mulia Kontraktorindo Tbk.
Penandatanganan kontraknya sendiri sudah dilakukan lebih dulu, tepatnya pada 8 Desember 2025 lalu. Inti kerjanya adalah penyediaan material plus supervisi untuk pekerjaan Double Chipseal. Ini semua untuk proyek peningkatan jalan hauling batu bara.
Jalan yang akan ditingkatkan itu ada di Sumatera Selatan, tepatnya di Kecamatan Gunung Megang, Kabupaten Muara Enim. Panjangnya sekitar 10 kilometer dari total 30 km jalan milik RMK Group di area tersebut. Bayangkan saja, jalan sepanjang itu vital untuk operasional pengangkutan batu bara.
Nah, eksekusinya rencananya baru dimulai Februari 2026. Saat ini, fokusnya masih pada tahap persiapan dan urusan administrasi. Untuk teknisnya nanti, ROKT yang akan menyediakan peralatan dan tenaga kerja lapangan. Sementara peran ABI lebih ke penyediaan material, pengawasan teknis di lapangan, dan tentu saja, penjaminan mutu hasil pekerjaan. Pembagian peran yang cukup jelas.
Menanggapi kerja sama ini, Direktur Utama ABI, Elvis Subiantoro, menyampaikan optimisme.
“Kami berkomitmen menghadirkan kualitas terbaik melalui material yang terstandarisasi dan supervisi teknis yang ketat. Kepercayaan dari ROKT dan RMK Group menjadi bukti bahwa kompetensi ABI diakui di industri,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang dirilis Rabu (4/2/2026).
Dia menambahkan bahwa langkah ini memperkuat posisi ABI sebagai penyedia solusi perkerasan jalan berbasis bitumen, khususnya untuk klien di sektor pertambangan dan infrastruktur industri.
Proyek ini diproyeksikan berjalan selama empat bulan. Rinciannya, satu bulan untuk persiapan dan tiga bulan berikutnya untuk tahap konstruksi. Yang menarik, ada masa garansi material hingga 180 hari setelah penghamparan selesai. Kontrak ini jelas jadi tambahan bagus untuk portofolio ABI, terutama dalam menangani proyek jalan hauling tambang di dalam negeri.
Di pasar, kabar baik ini sepertinya disambut positif oleh investor. Pada penutupan perdagangan sesi I, saham SOLA tercatat menguat cukup tajam, naik 11,2 persen ke level Rp139 per lembar. Dengan kenaikan itu, kapitalisasi pasarnya mencapai sekitar Rp457 miliar. Sentimennya terlihat hijau, setidaknya untuk hari ini.
Artikel Terkait
TBS Energi Utama Terbitkan Obligasi Rp175 Miliar dengan Bunga 9 Persen
Wall Street Menguat Didorong Harapan Damai AS-Iran dan Optimisme Sektor AI
Indosat Bagikan Dividen Rp3,58 Triliun di Tengah Ekspansi Strategi AI
Cimory Ekspor Perdana Yogurt ke Vietnam Senilai Rp1,13 Miliar