PT Multi Makmur Lemindo Tbk, atau yang dikenal sebagai PIPA, sedang bersiap membuka lembaran baru. Perusahaan yang dulu identik dengan pipa PVC dan bahan bangunan ini kini akan berbelok arah. Di bawah kendali pemegang saham baru, Morris Capital Indonesia (MCI), PIPA akan bertransformasi ke sektor yang sama sekali berbeda: minyak dan gas bumi.
Perubahan ini bukan sekadar wacana. Langkah konkretnya dimulai dari pucuk pimpinan. Melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), terjadi pergantian jajaran direksi. Imanuel Kevin Mayola mengundurkan diri dari posisi Direktur Utama. Posisinya kini diisi oleh Firrisky Ardi Nurtomo, yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur.
Tak hanya itu, dewan komisaris juga mengalami perombakan. Nicolas Sahrial Rasjid ditetapkan sebagai Komisaris Utama, didampingi Ramdani Eka Saputra sebagai Komisaris. Masa jabatan mereka dipatok hingga pertengahan 2027.
Firrisky, sang Dirut baru, terlihat optimis. Dalam keterangan resminya Rabu lalu, ia menyebut transformasi ini akan membawa fundamental perusahaan ke level yang lebih baik.
“Dengan adanya transformasi ini, kami melihat potensi besar pada fundamental PIPA ke depannya. PIPA menyiapkan sejumlah inisiatif strategis pada 2026. Perseroan merencanakan investasi inti pada aset pengolahan minyak dan gas serta logistik,” ujarnya.
Menurutnya, aset-aset inilah yang nantinya diharapkan menjadi sumber pendapatan utama dengan margin menggiurkan. Namun begitu, jalan menuju kesana masih perlu dilalui setahap demi setahap. Saat ini, perusahaan masih fokus pada penguatan struktur modal, penilaian aset, dan kajian pajak bersama pihak independen.
Di sisi lain, ambisi ekspansi sudah jelas terlihat. PIPA tak hanya ingin berkutat di pengolahan. Mereka juga mengincar bisnis penunjang migas seperti transportasi, penyimpanan, dan distribusi. Bahkan, akuisisi perusahaan afiliasi di sektor perdagangan migas pun masuk dalam radar.
Intinya, semua langkah ini bertujuan menciptakan pendapatan yang berkelanjutan dan memperbaiki margin. PIPA ingin punya posisi kuat dalam rantai pasok energi nasional. Yang penting, seluruh proses transisi ini diklaim tetap mengedepankan tata kelola perusahaan yang baik dan transparansi, sesuai aturan OJK.
Jadi, inilah babak baru PIPA. Dari pabrik pipa PVC, kini mereka menatap ladang minyak dan gas. Waktulah yang akan membuktikan apakah langkah strategis ini mampu memberi nilai tambah yang dijanjikan kepada para pemegang saham.
Artikel Terkait
TBS Energi Utama Terbitkan Obligasi Rp175 Miliar dengan Bunga 9 Persen
Wall Street Menguat Didorong Harapan Damai AS-Iran dan Optimisme Sektor AI
Indosat Bagikan Dividen Rp3,58 Triliun di Tengah Ekspansi Strategi AI
Cimory Ekspor Perdana Yogurt ke Vietnam Senilai Rp1,13 Miliar