Di tengah wacana penerapan kerja dari rumah bagi ASN, Menteri Sosial Saifullah Yusuf memberikan jaminan. Layanan kepada masyarakat, kata dia, tetap jadi prioritas utama dan tidak akan mengalami gangguan. Hal itu disampaikannya di kantor Kemensos, Jakarta, pada Rabu lalu.
"Prioritas kami adalah yang penting layanannya tidak terganggu," tegas Gus Ipul, panggilan akrabnya.
Menurutnya, kunci utamanya adalah pembagian tugas yang tepat antara staf yang bekerja di kantor (WFO) dan yang di rumah (WFA). "Jadi layanan untuk masyarakat tidak terganggu, tetapi kita juga bisa berbagi untuk WFO dan WFA-nya ya," tambahnya.
Soal teknis pelaksanaannya, Gus Ipul mengaku Kemensos sebenarnya sudah mempersiapkan diri. Mereka bahkan telah menjalankan simulasi untuk mengantisipasi skenario kerja jarak jauh ini. Namun begitu, keputusan final tetap menunggu instruksi resmi dari Kementerian PAN-RB yang sedang menyusun aturan mainnya.
"Kami sedang melakukan simulasi tetapi tentu kami akan menunggu ketentuan yang nanti dibuat," ujarnya. Rencana ini, jelas dia, mengikuti arahan langsung dari Presiden. Meski menunggu, persiapan di internal terus berjalan. "Kita akan menyesuaikan tetapi kami sudah mulai melakukan simulasi di bawah koordinasi Pak Sekjen," papar Mensos.
Untuk mekanisme detailnya, seperti berapa hari dalam seminggu ASN akan WFH, Gus Ipul belum bisa merincikan. Kemungkinannya beragam. Bisa saja sistem ini nanti diberlakukan satu hari dalam seminggu kerja, atau pola lainnya. Semua masih dalam pembahasan dan penyesuaian.
Intinya, pelayanan publik harus tetap lancar. Itu pesan yang ingin ditegaskan kembali.
Artikel Terkait
Tujuh Tim Resmi Tersingkir dari Piala Dunia 2026: Qatar, Panama, hingga Tunisia
Gempa Ganda Guncang Venezuela, 32 Tewas dan Ratusan Luka-Luka
Hery Susanto Bantah Terima Suap Rp4,8 Miliar dalam Kasus Nikel
Pelanggan Kereta Priority KAI Melonjak 88 Persen, Tembus 46.900 Orang per Mei 2026