Gubernur Jateng Dorong Kontes Sapi Perah untuk Pacu Produksi Susu

- Sabtu, 25 April 2026 | 18:45 WIB
Gubernur Jateng Dorong Kontes Sapi Perah untuk Pacu Produksi Susu

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, punya pandangan sendiri soal gelaran kontes sapi ini. Menurut dia, acara semacam itu bukan sekadar ajang pamer hewan gemuk. Lebih dari itu, ini bisa jadi pemicu atau bahasa kerennya trigger buat para peternak biar makin inovatif dan bisa menghasilkan sapi-sapi berkualitas tinggi. Ya, semacam suntikan semangat gitu lah.

Tapi, Luthfi nggak berhenti di situ. Dia punya ide lain. Menurutnya, ke depan perlu juga diadakan kontes khusus sapi perah atau penghasil susu. Bukan cuma sapi potong melulu. Alasannya? Biar produktivitas peternak sapi perah di Jateng ikut terpacu. Kalau itu terjadi, otomatis produksi susu di wilayahnya bakal naik. Logis juga sih.

“Kami mohon kepada Wakil Menteri Pertanian, Ketua MPR RI dan teman-teman APPSI, jangan hanya kontes daging (sapi potong), melainkan kontes sapi susu (sapi perah) juga perlu diselenggarakan,” ujar Luthfi dalam keterangan tertulis, Sabtu (25/4/2026).

Pernyataan itu dia sampaikan pas hadir di pembukaan Kontes Sapi APPSI Jateng Season 3. Acaranya digelar di Wonoland, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, hari itu juga. Suasananya pasti ramai, bayangkan saja puluhan peternak berkumpul dengan sapi-sapi andalan mereka.

Ngomong-ngomong soal populasi, Luthfi ngasih angka yang cukup menarik. Total sapi di Jateng mencapai 1,38 juta ekor. Rinciannya, sapi potong ada 1,29 juta ekor, sementara sapi perah cuma 85,8 ribu ekor. Jauh banget selisihnya.

Dari jumlah sapi potong yang segitu banyak, Jateng mampu menghasilkan daging hampir 1 juta ton per tahun. Tapi, untuk susu? Ceritanya lain.

“Produksi daging Jawa Tengah itu sudah mendekati 980.000 ton, cukup untuk kebutuhan nasional. Di Jawa Tengah yang tidak cukup adalah susu, contoh di daerah Batang itu ada perusahaan susu yang butuh 80.000 liter per hari dan itu pasokannya masih kurang,” jelas Luthfi.

Nah, dari situ keliatan kan celahnya. Susu masih jadi PR besar.

Di sisi lain, Luthfi juga bilang kalau pihaknya sekarang lagi gencar memperkuat sektor peternakan. Targetnya jelas: swasembada pangan. Ini udah jadi prioritas dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Jateng tahun 2026 ini. Caranya? Lewat beberapa hal. Mulai dari penyediaan bibit berkualitas, pakan ternak yang bagus, sampai peningkatan kesehatan hewan. Salah satu program unggulannya adalah Kesehatan Hewan Keliling mereka menyebutnya Healing.

“Healing ini kami lakukan dengan cara jemput bola. Artinya kami berikan pelayanan kesehatan dengan datang langsung ke peternak,” ujar Luthfi.

“Apalagi mau mendekati Iduladha, kami ingin semua hewan kurban di Jawa Tengah sehat dan berkualitas,” sambungnya.

Wakil Menteri Pertanian RI, Sudaryono, ternyata sepakat sama apa yang disampaikan Luthfi. Menurut dia, ketersediaan daging dan susu di Indonesia memang masih perlu dikebut. Apalagi sekarang ada program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang butuh pasokan susu segar dalam jumlah besar. Nggak main-main kebutuhannya.

“Makanya kami dorong peternak sapi potong dan sapi perah agar populasi sapinya terus diperbanyak,” ujar Sudaryono.

Sementara itu, Ketua MPR RI, Ahmad Muzani, punya pandangan lain. Dia melihat kontes sapi ini punya fungsi sosial juga. Bukan cuma adu gagah-gagahan sapi, tapi jadi ajang pertemuan antar-peternak. Mereka bisa saling tukar ilmu, berbagi pengalaman. Lumayan kan, daripada cuma di kandang melulu.

“Wonosobo ini salah satu tempat yang bagus untuk ternak sapi. Kami akan dukung terus agar populasi sapi potong dan sapi perah di Indonesia terus meningkat sehingga semua kebutuhan masyarakat terpenuhi sendiri,” kata Muzani.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar