93 Jemaah Haji Indonesia Jalani Rawat Jalan di Madinah, Sebagian Besar karena Penyakit Bawaan

- Sabtu, 25 April 2026 | 20:30 WIB
93 Jemaah Haji Indonesia Jalani Rawat Jalan di Madinah, Sebagian Besar karena Penyakit Bawaan

IDXChannel – Madinah, kota suci yang biasanya ramai dengan lantunan doa, kini juga jadi saksi perjuangan para jamaah haji Indonesia. Ternyata, tidak semuanya berjalan mulus. Sebanyak 93 orang harus menjalani rawat jalan di sana. Mayoritas dari mereka, menurut laporan, punya penyakit bawaan. Ada yang darah tinggi, ada juga yang sekadar kelelahan. Jumlahnya memang tidak sedikit. “Berdasarkan hasil yang kami terima, total ada 93 jamaah haji Indonesia yang kemudian harus melakukan rawat jalan,” kata Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah, Maria Assegaf. Ia menyampaikan ini di Embarkasi Jakarta Pondok Gede, Sabtu (25/4/2026). “Sebagian besar dari mereka ini memang mereka mempunyai komorbid penyakit seperti darah tinggi dan juga ada beberapa dari mereka yang kelelahan,” ujarnya. Di sisi lain, tidak semua kasus berhenti di rawat jalan. Maria juga bilang, ada beberapa jamaah yang kondisinya lebih serius. Mereka harus dirawat inap. Kalau butuh penanganan lebih lanjut, kata dia, akan dirujuk ke rumah sakit yang peralatannya lebih lengkap. “Sementara itu ada dua jamaah haji Indonesia juga kemudian dirawat di Klinik Kesehatan Haji Indonesia atau KKHI dan kemudian satu jamaah haji kita yang kemudian harus dirujuk ke rumah sakit Arab Saudi,” jelasnya. Menurut dia, persiapan medis di Tanah Suci sebenarnya sudah cukup matang. Petugas kesehatan disiagakan, klinik beroperasi penuh, dan kerja sama dengan rumah sakit setempat juga jalan. “Jadi untuk fasilitas kesehatan atau data layanan kesehatan kami juga cukup matang di sana,” kata dia. Suasana di lapangan, mungkin, tidak selalu seindah yang dibayangkan. Tapi setidaknya, ada tangan-tangan yang siap membantu. (Nur Ichsan Yuniarto)

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar