Menantu Trump Ikut Misi Diplomasi ke Pakistan, AS Kirim Utusan Khusus untuk Jalin Komunikasi dengan Iran

- Sabtu, 25 April 2026 | 20:15 WIB
Menantu Trump Ikut Misi Diplomasi ke Pakistan, AS Kirim Utusan Khusus untuk Jalin Komunikasi dengan Iran
Berikut adalah hasil penulisan ulang artikel tersebut dengan gaya bahasa manusia yang natural, sesuai dengan instruksi yang diberikan:

Hubungan Amerika Serikat dan Iran lagi-lagi jadi sorotan dunia. Di tengah ketegangan yang belum benar-benar reda, upaya diplomasi sepertinya masih terus dijalankan. Tapi jalurnya, ya, tidak biasa-biasa saja.

Salah satu yang bikin banyak orang terkejut adalah keterlibatan langsung menantu Presiden Donald Trump dalam misi ini. Iya, Jared Kushner. Dia dilaporkan ikut serta dalam perjalanan ke Pakistan. Negeri itu tiba-tiba jadi titik penting semacam panggung baru untuk mencoba mempertemukan dua kubu yang sudah lama berseteru.

Utusan Khusus dan Menantu Trump Terbang ke Islamabad

Gedung Putih akhirnya angkat bicara. Mereka mengonfirmasi bahwa seorang utusan khusus sudah dikirim ke Pakistan. Tugasnya? Membuka jalur komunikasi dengan Iran. Steve Witkoff, nama utusan itu, kabarnya berangkat bareng Jared Kushner pada Sabtu pagi, 25 April 2026.

“Orang-orang Iran ingin berbicara,” kata Karoline Leavitt, juru bicara Gedung Putih. Ia juga menambahkan bahwa Wakil Presiden JD Vance dalam keadaan “siaga” untuk ikut nimbrung kalau perundingan mulai menunjukkan titik terang.

Leavitt menegaskan, semua ini adalah keputusan langsung dari Presiden Trump. Katanya, Trump selalu punya pintu terbuka untuk diplomasi. Bahkan, menurut dia, dalam beberapa hari terakhir ada sinyal positif dari pihak Iran. Entah seberapa serius, tapi setidaknya ada angin segar.

Iran Bilang: Tidak Ada Pertemuan Langsung

Nah, di sisi lain, ceritanya beda. Iran memberikan sinyal yang agak berbeda. Menteri Luar Negeri mereka, Abbas Araghchi, memang sudah tiba di Islamabad. Tapi jangan bayangkan dia akan duduk satu meja dengan delegasi AS. Tidak sama sekali.

“Tidak ada pertemuan yang direncanakan antara Iran dan AS,” tegas Esmaeil Baghaei, juru bicara Kemlu Iran. Katanya lagi, “Pengamatan Iran akan disampaikan kepada Pakistan.”

Jadi, Pakistan di sini lebih kayak perantara. Bukan tempat negosiasi langsung. Agak rumit memang. Tapi begitulah diplomasi kadang berjalan penuh kode, sinyal, dan pesan yang disampaikan lewat pihak ketiga.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar