Kabar tentang adanya aksi perundungan terhadap anak pelaku ledakan bom di SMAN 72 Jakarta akhirnya dibantah tegas oleh pihak sekolah. Kepala sekolah, Tetty Helena Tampubolon, menyatakan bahwa siswa tersebut sama sekali bukan korban bullying.
“Itu bukan korban bullying ya, kita harus luruskan,” tegas Tetty saat dihubungi media pada hari Sabtu (22/11).
Menurutnya, klaim tersebut sudah dikonfirmasi ulang dengan memeriksa sejumlah murid. Hasilnya? Tak satu pun dari mereka yang pernah melihat atau mengetahui adanya tindakan perundungan terhadap anak itu. Semua serba bersih dari kabar buruk semacam itu.
Artikel Terkait
KPK Beberkan Modus Bupati Tulungagung Paksa 16 Dinas Setor Rp2,7 Miliar untuk Keperluan Pribadi
Bupati Bone Pastikan 10 Sumur Bor dari Pusat Segera Diresmikan
BMKG Prakirakan Cuaca Bervariasi, Hujan Ringan Berpotensi Guyur Sejumlah Daerah di Sulsel
Damkar Mamuju Evakuasi Piton 6 Meter yang Memangsa Kambing Warga