Kabar tentang adanya aksi perundungan terhadap anak pelaku ledakan bom di SMAN 72 Jakarta akhirnya dibantah tegas oleh pihak sekolah. Kepala sekolah, Tetty Helena Tampubolon, menyatakan bahwa siswa tersebut sama sekali bukan korban bullying.
“Itu bukan korban bullying ya, kita harus luruskan,” tegas Tetty saat dihubungi media pada hari Sabtu (22/11).
Menurutnya, klaim tersebut sudah dikonfirmasi ulang dengan memeriksa sejumlah murid. Hasilnya? Tak satu pun dari mereka yang pernah melihat atau mengetahui adanya tindakan perundungan terhadap anak itu. Semua serba bersih dari kabar buruk semacam itu.
“Kami hanya menyatakan bahwa memang tidak ada bullying,” ujarnya lagi.
Sebelumnya, kejadian ledakan sempat membuat heboh lingkungan sekolah. Tercatat ada tujuh bom yang dibawa pelaku dan rencananya akan diledakkan di area sekolah. Tapi, dari jumlah itu, hanya empat yang benar-benar meledak. Sisanya berhasil diamankan oleh aparat kepolisian.
Lokasi ledakan terjadi di dua titik: di dalam masjid dan di taman baca dekat bank sampah. Untuk bom di masjid, pelaku menggunakan remote sebagai pemicu. Sementara itu, bom yang diledakkan di taman baca dan area sampah menggunakan sumbu api biasa.
Artikel Terkait
Cuaca Makassar 1 Juni 2026 Diprakirakan Cerah Berawan Sepanjang Hari, BMKG: Tak Ada Cuaca Ekstrem
Jerman Hancurkan Finlandia 4-0 dalam Uji Coba Menjelang Piala Dunia 2026
Uruguay Umumkan 26 Pemain Piala Dunia 2026, Luis Suáres Absen
Marco Bezzecchi Menangi MotoGP Italia di Mugello, Aprilia Kunci Posisi 1-2