Hujan deras mengguyur Jakarta sepanjang hari, dan akibatnya bisa ditebak: banjir lagi. Di sejumlah titik, air bahkan menggenang setinggi 80 centimeter, mengubah jalanan menjadi kali.
Menurut data yang dihimpun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta per Rabu (28/1/2026) malam, pukul 21.00 WIB, setidaknya 17 Rukun Tetangga (RT) di dua wilayah kota terendam. Jakarta Selatan dan Jakarta Timur menjadi yang paling parah terkena dampaknya.
“BPBD mencatat saat ini terdapat 17 RT,”
kata Mohamad Yohan, Kepala Pusat Data dan Informasi BPBD DKI, kepada para wartawan. Ia menjelaskan, luapan Kali Ciliwung-lah yang menjadi biang kerok utama bencana kali ini.
Artikel Terkait
Kakak Prabowo Blusukan ke Sekolah Rakyat, Terkesima dengan Bakat Para Siswa
Iran Tegaskan Kendali Penuh di Selat Hormuz, Siap Hadapi Eskalasi AS
Komnas PA Tak Lepas Pantau: Pemulihan Korban Bully di SMPN Jakarta Timur Tetap Jadi Prioritas
Duka di Bone: Anak Diduga ODGJ Tewaskan Ibu Kandung dengan Tikaman