Minggu malam kemarin (15/3), suasana di Bundaran Air Mancur Palembang benar-benar berbeda. Bukan sekadar peresmian biasa, tapi sebuah perayaan meriah yang menandai kelahiran ikon baru kota. Tugu Cempako Telok akhirnya berdiri megah di titik nol kilometer itu, diresmikan langsung oleh Gubernur Sumsel Herman Deru dan Wali Kota Ratu Dewa. Yang bikin suasana makin spesial, kehadiran ulama nasional Abdul Somad yang memimpin doa di acara tersebut.
Kawasan yang sudah lama jadi jantung kota itu kini tampil dengan wajah segar. Coba bayangkan, air mancur artistik dengan pancaran cahaya warna-warni yang memikat mata. Transformasi ini jelas jadi momen penting buat Palembang, mengubah sebuah bundaran lama menjadi landmark yang jauh lebih modern dan memesona.
Gubernur Herman Deru tak menyembunyikan kebanggaannya. Dalam keterangan tertulisnya Senin (16/3/2026), ia menegaskan bahwa kehadiran tugu baru ini bukan cuma soal keindahan.
"Bundaran Air Mancur ini merupakan salah satu ikon Kota Palembang. Dengan hadirnya Tugu Cempako Telok dan konsep air mancur yang baru, kita berharap kota ini semakin indah dan membanggakan,"
Menurut Deru, penataan ruang publik semacam ini punya peran ganda. Selain membangun identitas kota, juga bisa mendongkrak daya tarik wisata.
"Ini bukan hanya sekadar tugu, tetapi simbol kemajuan kota dan kebanggaan masyarakat Palembang. Saya berharap tempat ini bisa menjadi destinasi wisata baru,"
Ia punya pesan sederhana tapi penting untuk warga: rawat dan jaga baik-baik tugu ini. "Pesen saya untuk warga agar sama-sama menjaga dan merawat tugu BAM ini yang sudah dibangun buat ini," ucapnya.
Di sisi lain, Wali Kota Ratu Dewa lebih detail menjelaskan keunikan tugu baru itu. Konsepnya memadukan air mancur modern dengan permainan cahaya dinamis. Semburan airnya tak biasa bergerak mengikuti pola tertentu sehingga membentuk formasi yang mirip bunga. Ditambah lampu-lampu artistik yang berubah warna, pemandangan di malam hari jadi benar-benar memukau.
"Air mancur yang menari ini menampilkan formasi menyerupai bunga dengan permainan lampu warna-warni. Ketika air menyembur dan lampu berubah-ubah, suasananya menjadi sangat indah dan memberikan pengalaman visual yang menarik bagi masyarakat,"
Bagi Ratu Dewa, Tugu Cempako Telok jauh lebih dari sekadar infrastruktur. Ini adalah simbol peradaban dan identitas Palembang yang kental dengan nuansa religius dan sejarah.
"Ornamen bertuliskan Palembang Darussalam menjadi pengingat sejarah panjang kesultanan Islam yang pernah berjaya di Bumi Sriwijaya. Kelopak bunga yang menghiasi tugu melambangkan keimanan, kearifan, serta semangat gotong royong, sementara ukiran Asmaul Husna menegaskan nuansa religius yang kental. Dan diatas sekali ada tulisan Muhammad nabi anggung kita,"
Sebagai kota tertua di Indonesia, Palembang memang butuh simbol yang bisa dibanggakan. Dan tugu ini diharapkan bisa menjawab itu. "Dengan tampilan baru ini, kita ingin menunjukkan bahwa Palembang terus berbenah. Wajah kota kita semakin cindo, semakin indah," tambahnya. Ia juga mengajak semua warga untuk menjaga fasilitas ini bersama-sama. "Kalau sudah bagus, mari kita jaga bersama. Jangan sampai fasilitas yang sudah dipercantik malah dirusak atau dicuri. Ini milik kita semua."
Bundaran Air Mancur sendiri punya sejarah panjang. Berdiri sejak 1970-an, awalnya cuma ada tugu kecil sederhana berukuran 40x40 cm. Lalu berubah seiring zaman. Tahun 2013, renovasi besar menghadirkan konsep megah dengan inspirasi Gunung Meru dari kosmologi Buddha. Menjelang Asian Games 2018, wajahnya berubah lagi jadi air mancur modern.
Kini, di penghujung 2025, renovasi besar kembali dilakukan. Lahirlah Tugu Cempako Telok sebagai monumen keempat yang menghiasi lokasi itu. Perjalanannya mencerminkan dinamika kota yang terus berkembang.
Dengan tampilan barunya, Bundaran Air Mancur bukan cuma tempat nongkrong atau foto-foto lagi. Ia kini jadi simbol estetika baru sebuah ikon yang diharapkan bisa memperkuat citra Palembang sebagai kota yang tak hanya kaya sejarah, tapi juga indah, modern, dan penuh pesona.
Artikel Terkait
Junta Myanmar Pindahkan Aung San Suu Kyi ke Tahanan Rumah Setelah Lima Tahun Ditahan
Kemenpar Dorong Ngarai Sianok Bukittinggi Jadi Warisan Global UNESCO
Maruarar Sirait Targetkan Akad Jual Rusun Subsidi Meikarta Akhir 2026
Banjir di Terowongan Sentul Capai 25 Cm, Sampah Jadi Biang Kerok