TASPEN Larang Pemberian Bingkisan Idulfitri untuk Jaga Integritas

- Senin, 16 Maret 2026 | 11:10 WIB
TASPEN Larang Pemberian Bingkisan Idulfitri untuk Jaga Integritas

Menyambut Idulfitri tahun ini, PT TASPEN punya imbauan khusus. Bagi para peserta, mitra kerja, dan rekan perusahaan, mereka meminta untuk tidak memberikan hadiah atau bingkisan apa pun baik itu parsel atau bentuk lainnya kepada para karyawan TASPEN dan anak perusahaannya.

Langkah ini bukan tanpa alasan. Intinya, perusahaan ingin menjaga integritas dan tata kelola yang baik. Di sisi lain, ini juga upaya mencegah munculnya konflik kepentingan yang bisa mengganggu profesionalisme.

Corporate Secretary TASPEN, Henra, menegaskan hal itu. Menurutnya, kebijakan ini selaras dengan standar Sistem Manajemen Anti Penyuapan ISO 37001:2025 yang sudah mereka terapkan.

"Kami di TASPEN terus konsisten membangun budaya kerja yang profesional dan menjunjung tinggi integritas. Karena itu, kami meminta kerja sama seluruh pemangku kepentingan untuk mendukung semangat 'Zero Gratification' dengan tidak memberikan bingkisan dalam bentuk apa pun menjelang Idulfitri ini," ujar Henra, dalam keterangan tertulis, Senin (16/3/2026).

Tak cuma itu, TASPEN juga mengajak masyarakat dan semua pihak untuk ikut menjaga lingkungan kerja yang transparan. Komitmen ini sebenarnya merujuk pada aturan terbaru dari KPK, yaitu Peraturan Nomor 1 Tahun 2026, yang mengubah ketentuan soal pelaporan gratifikasi. Regulasinya memang diperketat mekanisme pelaporan dan pengendalian dibuat lebih solid demi tata kelola yang berintegritas.

Nah, kalau masyarakat menemukan oknum TASPEN yang meminta atau menerima hadiah terkait jabatannya, lapor saja. Perusahaan sudah sediakan kanal Whistleblowing System (WBS) untuk menampung pengaduan.

Caranya bisa lewat email [email protected], SMS atau WhatsApp ke 08111446666, atau langsung via website wbs.taspen.co.id. Tenang, identitas pelapor dijamin rahasia. Perlindungan bagi pelapor jadi prioritas.

Sebelumnya, di tahun 2025, TASPEN sudah gencar menggalakkan budaya antikorupsi. Ada sosialisasi saat Hari Anti Korupsi Sedunia, acara Compliance Movie Day, sampai program e-learning integritas. Kampanye internal mereka juga kencang, mendorong prinsip 5 NO: tegas menolak suap, komisi, hadiah, jamuan mewah, dan konflik kepentingan.

Semua langkah itu bagian dari upaya jangka panjang. Tujuannya satu: membangun ekosistem kerja yang transparan dan akuntabel.

Harapannya, dengan kebijakan ini, seluruh pemangku kepentingan bisa mendukung terciptanya lingkungan kerja yang bersih. Bebas dari korupsi, kolusi, dan nepotisme. Ini juga sejalan dengan semangat pemerintahan yang ingin diwujudkan Presiden bersih, berintegritas, dan fokus pada kesejahteraan rakyat.

Pada akhirnya, komitmen TASPEN ini adalah bentuk penegasan perannya. Sebagai pengelola jaminan sosial aparatur negara, mereka ingin dikenal dengan tata kelola yang baik dan pelayanan profesional. Target besarnya? Zero Fraud.

Partisipasi aktif masyarakat dan pengawasan dari semua pihak, mereka akui, sangat dibutuhkan untuk mewujudkannya.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar