MAKASSAR Larangan transfer dari FIFA? PSM Makassar sama sekali tak gentar. Justru di tengah situasi pelik itu, klub berjuluk Juku Eja ini malah makin agresif. Baru saja mendatangkan Luka Cumic, kabar terbaru menyebut mereka sudah sepakat dengan penyerang Timnas Tajikistan, Sheriddin Boboev. Seolah sanksi itu angin lalu.
Usianya 26 tahun. Posisinya striker murni. Dan statusnya sebagai pemain nasional Tajikistan jelas bukan iseng. Ini sinyal tegas: PSM sedang mencari solusi yang bisa langsung bekerja, dampak instan untuk menghentikan laju krisis yang makin menjadi.
Kalau semua berjalan mulus, Boboev akan segera dikenalkan. Dia akan melengkapi lini depan baru PSM yang sudah diisi Cumic. Dua target manis untuk sebuah tim yang katanya sedang terbelenggu.
Tekanan FIFA, Tapi Gas Tetap Ditekan
Di atas kertas, situasi PSM serba terbatas. Sanksi FIFA membelit, mempersulit urusan administrasi, dan memicu keraguan di luar. Tapi manajemen klub punya cara pandang lain. Mereka memilih untuk terus bergerak, bukan pasif menunggu.
Langkahnya bukan cuma Cumic atau promosi pemain muda. Mereka masih memburu bomber asing tambahan, sambil membenahi pertahanan lewat kedatangan Dusan Lagator. Bagi yang lihat sekilas, ini seperti nekat. Tapi bagi mereka yang paham tekanan di lapangan, ini soal bertahan hidup belaka.
PSM sadar betul posisinya terjepit. Persaingan di papan tengah hingga bawah Liga 1 sekarang brutal. Klub-klub lain berbenah besar dan langsung terlihat hasilnya.
Kekalahan 0-2 dari Persijap Jepara pekan lalu jadi alarm paling keras. Tim yang juga baru dibentuk itu langsung memberi efek. Pesannya terang benderang: menunggu dan berharap adalah bunuh diri lambat. Kalau PSM tak menambah amunisi, mereka bisa terperosok lebih dalam.
Luka Cumic memang sudah resmi. Striker Serbia 24 tahun itu terdaftar di iLeague tepat sebelum sanksi berlaku, jadi masih bisa main. Postur 190 cm dan nilai pasar miliaran rupiah membawa harapan. Tapi, satu Cumic belum cukup.
Kegagalan dapatkan Gervane Kastaneer jadi pelajaran pahit. Mereka tak bisa menggantungkan segalanya pada satu nama. Makanya, radar langsung menyasar Sheriddin Boboev. Profilnya beda, punya pengalaman timnas, dan diharap bisa memberi efek cepat.
Trucha Beri Isyarat, Satu Asing Harus Angkat Kaki
Pelatih Tomas Trucha tak pernah menyebut nama spesifik. Tapi arahannya jelas. Evaluasi terhadap pemain asing masih berjalan, dan komposisi belum final.
Dengan regulasi yang ketat, logikanya sederhana: kalau striker baru datang, maka satu pemain asing yang ada harus hengkang. Ini bukan spekulasi, tapi bagian dari koreksi yang wajib dilakukan. PSM tak mau mengulang kesalahan paruh pertama musim: terlalu lama mempertahankan pemain yang kontribusinya minim.
Di sisi lain, keberanian PSM juga terlihat di sektor pertahanan. Di tengah hiruk-pikuk sanksi, mereka justru mendatangkan Dusan Lagator, bek tengah Montenegro dengan nilai pasar tertinggi di skuad.
Kedatangan Lagator bukan sekadar tambahan biasa. Ini seperti teguran terbuka untuk lini belakang yang kerap blunder. Lima kekalahan beruntun dan pertahanan yang bolong-bolong memaksa manajemen bertindak tegas. Pesannya: status dan jasa masa lalu tak lagi jadi jaminan.
Memilih Risiko Demi Keselamatan
Jadi beginilah situasinya. Sanksi FIFA memang membelit administrasi. Tapi di lapangan hijau, realitasnya lebih kejam: lawan-lawan makin kuat, persaingan makin sengit.
PSM ada di pusaran itu semua.
Dengan tetap memburu Boboev dan sudah mendatangkan Lagator, klub ini mengambil sikap berani. Mereka memilih menghadapi risiko hari ini dengan segala konsekuensinya daripada pasrah dan terpuruk lebih dalam. Ini bukan manuver gegabah, melainkan keputusan terpaksa di sebuah liga yang sama sekali tak kenal ampun.
Satu hal yang kini jelas: PSM Makassar tidak sedang membangun kenyamanan. Mereka sedang berperang. Melawan krisis, melawan tekanan, dan yang paling utama, melawan waktu yang terus berdetak.
Artikel Terkait
Persib Bandung Balikkan Keadaan, Kalahkan Bhayangkara 4-2 dan Rebut Puncak Klasemen dari Borneo FC
Tim Uber Indonesia Kalahkan Denmark, Tantang Korea Selatan di Semifinal
Pedrosa Prediksi Duel Bezzecchi vs Marquez di MotoGP 2026, Martin Jadi Kuda Hitam
Bruno Moreira Diuji di Empat Laga Sisa: Kapten Persebaya Harus Buktikan Diri di Tengah Standar Tinggi Bernardo Tavares