Di kawasan Serdang, Kemayoran, suasana pagi ini terasa berbeda. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, hadir langsung untuk menyerahkan kunci 26 unit rumah hasil program bedah rumah. Ini adalah buah kolaborasi Baznas atau Bazis DKI dengan sejumlah BUMD, BUMN, dan perusahaan swasta.
“Hari ini secara resmi akan ada penyerahan 26 unit rumah,” ujar Pramono Anung, ditemui di lokasi.
Ia lalu merinci pembagiannya. “Yang terdiri dari Jakarta Pusat 10 unit, Jakarta Selatan 11 unit, Jakarta Utara 1 unit, Jakarta Barat 2 unit. Tadi saya meminta kepada penyelenggara untuk semua agama diberikan kesempatan mendapatkan bedah rumah ini.”
Menurutnya, untuk membenahi satu rumah saja, dana yang dibutuhkan tidak sedikit, berkisar antara Rp50 hingga Rp55 juta. Nah, yang menarik, selama proses renovasi berlangsung, warga tidak dibiarkan bingung mencari tempat tinggal. Mereka dijamin untuk mengontrak atau ngekos, dan biayanya sepenuhnya ditanggung oleh Baznas/Bazis. Cukup membantu, bukan?
Kalau dirunut, program seperti ini sebenarnya sudah berjalan cukup lama. Sejak 2019 sampai tahun lalu, Baznas/Bazis tercatat telah membedah total 3.509 rumah di seluruh penjuru Jakarta. Rinciannya, 706 rumah di Jakarta Barat, 501 rumah di Jakarta Pusat, 953 rumah di Jakarta Selatan, 1.162 rumah di Jakarta Timur, 293 rumah di Jakarta Utara, dan 79 rumah di Kepulauan Seribu.
Untuk proyek yang baru saja diserahkan ini, kontribusi datang dari berbagai pihak. Misalnya, PAM Jaya membedah 15 unit, Dharma Jaya 10 unit. Lalu ada Pertamina dengan delapan unit, Pegadaian dua unit, Tokio Marine lima unit, dan PT Malahayati Nusantara Raya menyumbang 16 unit rumah.
Sebelumnya, program serupa juga digelar oleh Satpol PP DKI Jakarta pada Februari lalu. Mereka menyasar sebuah bangunan tua seluas 33,83 meter persegi di daerah Kapuk, Cengkareng.
Kepala Satpol PP DKI Jakarta, Satriadi Gunawan, menjelaskan kondisi lokasi saat itu.
"Program bedah rumah dilaksanakan pada rumah warga yang dihuni tiga kepala keluarga dengan 8 jiwa, di mana dua orang di antaranya adalah penyandang disabilitas," katanya.
Bangunan itu sendiri usianya sudah uzur, sekitar 40 tahun. Kondisinya memprihatinkan: atap bocor, kamar mandi tidak layak, tembok belum diplester, plafon rusak, dan instalasi listriknya amburadul. Jelas, keadaan seperti itu sudah tidak aman lagi untuk ditinggali.
Rumah tersebut terdiri dari tiga petak sempit. Petak pertama cuma 1,23 m x 5,5 m, sementara petak kedua dan ketiga masing-masing 2,46 m x 5,5 m. Perbaikan total dilakukan dari Februari hingga April 2026 dengan anggaran Rp70 juta, yang sepenuhnya berasal dari urunan para anggota Satpol PP DKI Jakarta sendiri. Upaya yang patut diapresiasi.
Artikel Terkait
Pemerintah Percepat Penertiban Perlintasan Sebidang Usai Kecelakaan KA di Bekasi
Wang Yi Desak AS Jaga Stabilitas Hubungan Bilateral Jelang Kunjungan Trump ke Beijing
PT Pertamina Trans Kontinental Resmikan Pojok LiteraSea dan Gelar Kuliah Umum di Dua Kampus Pelayaran Makassar
Pekerja Bangunan Tewas Tersetrum Saat Renovasi Rumah di Bogor