Wajah baru kawasan cagar budaya Istana Gebang di Kota Blitar, Jawa Timur, resmi diperkenalkan ke publik setelah proyek renovasi senilai Rp4,1 miliar rampung dikerjakan. Proses revitalisasi yang berlangsung lebih dari enam bulan itu berpuncak pada peresmian yang salah satu momen utamanya adalah pengungkapan patung baru Presiden pertama RI, Soekarno.
Patung setinggi lima meter tersebut menggambarkan Bung Karno sedang duduk membaca buku, menggantikan patung lama yang berdiri tegak. Karya seni ini digarap oleh Dunadi, seorang seniman asal Bantul, Yogyakarta.
Dalam pidatonya, Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, mengenang panjangnya masa pengasingan dan pemenjaraan yang dialami sang ayah. Ia menghitung total masa tersebut mencapai 22 tahun, terakumulasi sejak masa penjajahan Belanda hingga era Orde Baru.
“Bung Karno saya hitung ketika mulai dari mengikuti politik, maka Bung Karno itu dipenjara, keluar masuk dibuang tiga kali. Dan ternyata waktu yang dibuang oleh beliau sebagai seorang pemuda itu adalah 22 tahun,” ungkap Megawati di Istana Gebang, Senin (15/6/2026).
“Coba bayangkan kalau sekarang kalian berpikir menjalani apa yang Bung Karno jalankan, pasti akan dijawab, saya tidak mampu,” imbuhnya.
Sementara itu, Ketua DPD PDIP Jawa Timur, Said Abdullah, mengungkapkan bahwa seluruh biaya renovasi berasal dari iuran gotong royong para pengurus internal partai di tingkat provinsi. Menurutnya, gagasan untuk merenovasi Istana Gebang telah lama dicetuskan oleh Megawati karena nilai historis bangunan tersebut yang sangat tinggi.
“Dari sanalah sebenarnya pemikiran ibu. Maka (ia) memerintahkan DPD (PDIP) Jawa Timur untuk melakukan renovasi. Kami koordinasi dengan wali kota dan welcome terhadap renovasinya. Sehingga kami renovasi,” tegas Said yang juga menjabat sebagai Ketua Banggar DPR RI.
Setelah dinyatakan rampung, hasil renovasi tersebut dihibahkan sepenuhnya kepada Pemerintah Kota Blitar selaku pengelola kawasan cagar budaya.
Acara peresmian berlangsung meriah dengan sejumlah pertunjukan, seperti tari Grebek Pancasila dan sendratari Garudheya Sakti. Rangkaian acara juga diisi dengan pemutaran video dokumenter Istana Gebang, mengheningkan cipta yang dipimpin Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, pembacaan teks Pancasila, serta pembacaan dedication of life. Kegiatan diakhiri dengan penyerahan bibit pohon kepada pengurus partai di tingkat kota dan kabupaten.
Sejumlah tokoh politik dari PDIP turut hadir dalam peresmian tersebut, antara lain Djarot Saiful Hidayat, Puti Guntur Soekarno, Hanindhito Himawan Pramana, Deni Wicaksono, Prananda Prabowo, Romy Soekarno, Armuji, serta jajaran pengurus DPD dan DPC se-Jawa Timur.
Artikel Terkait
Indonesia dan Jerman Sepakat Perkuat Kemitraan Strategis di Sektor Ekonomi, Energi, hingga Ketenagakerjaan
Indonesia dan Jerman Sepakat Tingkatkan Perdagangan dan Investasi, Prabowo Dorong Percepatan CEPA
Komisi IX DPR Gelar Rapat Tertutup Bahas Anggaran Badan Gizi Nasional 2027
Petugas Kebersihan Temukan Balita Tersesat di Tangerang, Polisi Kembalikan ke Orang Tua