16 Provinsi Masuk Fase Penuaan Penduduk, Wamenkes Dorong Perawatan Jangka Panjang bagi Lansia

- Senin, 15 Juni 2026 | 13:50 WIB
16 Provinsi Masuk Fase Penuaan Penduduk, Wamenkes Dorong Perawatan Jangka Panjang bagi Lansia

Sebanyak 16 provinsi di Indonesia saat ini telah memasuki fase penuaan penduduk, dengan proporsi penduduk lanjut usia mencapai 10 persen dari total populasi. Wakil Menteri Kesehatan, Dante Saksono Harbuwono, mengungkapkan bahwa jumlah lansia di Indonesia kini mencapai 12 persen dari total penduduk dan diperkirakan terus bertambah hingga 40 juta jiwa pada tahun 2030. Kondisi ini menjadi tantangan serius, terutama karena kelompok lansia merupakan salah satu segmen yang paling rentan terhadap berbagai masalah kesehatan.

Dante menyampaikan bahwa berdasarkan data skrining awal, ditemukan 2,8 persen lansia mengalami ketergantungan sedang hingga total. Menurutnya, temuan ini menegaskan bahwa perawatan jangka panjang bukan lagi sekadar wacana masa depan, melainkan kebutuhan yang mendesak saat ini. Pernyataan itu disampaikan dalam sambutannya pada Puncak Hari Lanjut Usia di RS PON Prof. Dr. dr. Mahar Mardjono Jakarta beberapa waktu lalu.

Menghadapi situasi tersebut, Kementerian Kesehatan terus mendorong peningkatan fasilitas dan pelayanan kesehatan bagi lansia. Salah satu langkah konkret yang telah dilakukan adalah transformasi 87 persen puskesmas di Indonesia menjadi Puskesmas Santun Lansia. Di Jakarta, hampir seluruh puskesmas telah bertransformasi menjadi Puskesmas Ramah Lansia. Upaya ini juga diperkuat dengan layanan terpadu dari rumah sakit yang fungsinya telah ditingkatkan.

Di sisi lain, edukasi kesehatan bagi lansia menjadi aspek yang tak kalah penting. Kemenkes menekankan perlunya pendekatan menyeluruh yang mencakup kesehatan fisik dan mental, pemanfaatan teknologi, literasi finansial, hingga pemberdayaan. Dante menegaskan bahwa pandangan terhadap lansia harus diubah.

“Namun, kita harus mengubah cara pandang kita. Lansia bukanlah beban, mereka adalah aset berharga bangsa yang kaya akan pengalaman, kearifan, serta menjadi teladan hidup bagi generasi,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Pelayanan Kesehatan Kelompok Rentan Kementerian Kesehatan, dr. Imran Pambudi, menyebutkan bahwa pihaknya tengah menggalakkan langkah preventif dan promotif bagi lansia, salah satunya melalui program Cek Kesehatan Gratis. Ia mengungkapkan bahwa tahun lalu sebanyak 7 juta dari total 34 juta lansia telah menjalani skrining kesehatan.

Imran menekankan pentingnya pemeriksaan kesehatan secara berkala agar penyakit dapat terdeteksi sejak dini. Menurutnya, deteksi dini memungkinkan penanganan cepat dan bahkan pencegahan penyakit. Ia mengingatkan bahwa menunggu hingga sakit justru akan menimbulkan biaya yang lebih besar dan beban perawatan yang lebih berat bagi keluarga.

“Jangan kita menunggu sakit karena kalau sakit itu biayanya lebih mahal, kemudian yang merawat juga lebih susah ya. Jadi keluarganya juga akan lebih banyak ada bebannya,” jelas dia.

Terakhir, Imran mengingatkan masyarakat untuk memulai pola hidup sehat sejak usia muda, bukan menunggu hingga tua. Ia menekankan bahwa kesehatan di masa lanjut usia berasal dari kebiasaan hidup sehat yang dimulai sejak usia 40 hingga 45 tahun.

“Pesan kedua adalah bahwa kita perlu menjaga kesehatan kita untuk bisa lansia sehat itu jangan mulainya umur 60 tahun ya. Jadi justru kita harus menjaga kesehatan kita itu pada usia 40 atau 45,” pungkasnya.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar