Proses renovasi Istana Gebang, rumah masa kecil Presiden pertama RI Soekarno di Kota Blitar, telah rampung dan diresmikan pada Minggu, 14 Juni 2026. Proyek ini mencakup sejumlah perbaikan dan penambahan elemen baru tanpa mengubah tata ruang serta tata letak asli bangunan bersejarah tersebut.
Wali Kota Blitar, Syauqul Muhibbin, mengungkapkan bahwa beberapa aspek yang telah diperbaiki meliputi atap yang bocor, pengecatan ulang seluruh bagian eksterior, serta pemasangan pagar baru. Pagar tersebut dihiasi relief yang menggambarkan perjalanan hidup Bung Karno, sejak masa kecil hingga menjadi Proklamator Kemerdekaan Indonesia. Selain itu, halaman depan juga ditata ulang dan dilengkapi dengan patung baru Bung Karno yang sedang membaca buku, yang kini menjadi ikon utama kawasan tersebut.
“Nah, ini direhabilitasi dengan tidak menghilangkan keasliannya. Kemudian yang rusak-rusak memang diganti seperti semula, termasuk bentengnya semuanya tetap seperti semula. Alhamdulillah sekarang sudah bagus dan kokoh, dan tentunya para wisatawan bisa melihat langsung rumah masa kecil Bung Karno itu sendiri,” ujar wali kota yang akrab disapa Mas Ibin itu.
Sementara itu, Ketua DPD PDIP Jawa Timur, Said Abdullah, menjelaskan makna di balik pergantian patung baru tersebut. Menurutnya, patung ini bukan sekadar elemen estetika, melainkan simbol persatuan bangsa. “Maknanya memang dari sisi ibu bahwa simbol yang sekarang itu ditunjukkan adalah semangat dan persatuan. Kalau yang dulu itu simbolnya simbol perjuangan, sekarang ibu lebih kepada membangun solidaritas bangsa ini,” jelas Said.
Peresmian Istana Gebang yang telah direnovasi menjadi bagian dari rangkaian panjang peringatan Bulan Bung Karno 2026 di Kota Blitar. Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, secara langsung meresmikan dan menandatangani prasasti renovasi. Momen simbolis tersebut ditandai dengan dibukanya selubung patung Bung Karno yang baru.
Istana Gebang sendiri merupakan rumah keluarga Bung Karno di Blitar, tempat Soekarno tinggal bersama kedua orang tuanya, Raden Soekemi Sosrodihardjo dan Ida Ayu Nyoman Rai. Bangunan bergaya kolonial yang terletak di Jalan Sultan Agung ini selama ini berfungsi sebagai museum yang menyimpan perabot asli dan dokumentasi masa muda Bung Karno. Keberadaannya menjadikannya salah satu destinasi wisata sejarah utama di Kota Blitar.
Artikel Terkait
Presiden Jerman Ucapkan Terima Kasih dalam Bahasa Indonesia kepada Prabowo di Pertemuan Bilateral
Presiden Prabowo Minta Dukungan Jerman Percepat Finalisasi Perjanjian Dagang Indonesia-Uni Eropa
Wamen LH: Pemilahan Sampah dari Sumber Kunci Capai Target Penurunan Emisi 40 Juta Ton
Ruben Onsu Sindir Giorgio Antonio Usai Buat Konten Endorse di Rumahnya, Isu Hak Asuh Anak Kembali Mencuat