HARIAN, MADURA – Ada yang menarik dari laga di Stadion Gelora Bangkalan, Sabtu (25/4/2026) malam. Dewa United, tim tamu, sukses membalikkan keadaan. Mereka menang 2-1 atas tuan rumah Madura United. Dramatis? Jelas. Tapi yang lebih menarik, hasil ini bikin beberapa tim lain ikut senyum-senyum.
Persijap Jepara, PSM Makassar, Persis Solo, dan Semen Padang empat tim yang lagi jungkir balik di papan bawah mendapat angin segar. Soalnya, persaingan buat lolos dari jerat degradasi musim 2025/2026 makin ketat. Dan kekalahan Madura United ini semacam celah yang mereka tunggu.
Di awal laga, Madura United sebenarnya tampil meyakinkan. Mereka langsung menekan sejak peluit pertama. Baru tujuh menit berjalan, Junior Brandao sudah bikin gol. Prosesnya cukup rapi: akselerasi Iran Junior, umpan terobosan, lalu Brandao dengan tenang mengecoh Sonny Stevens. Skor 1-0. Publik tuan rumah bersorak.
Tapi begitu babak kedua dimulai, ceritanya berubah total. Pelatih Dewa United, entah karena firasat atau memang sudah punya rencana, memasukkan Taisei Marukawa dan Egy Maulana Vikri. Dua nama ini langsung mengubah ritme permainan. Serangan tim tamu jadi lebih hidup, lebih berani ambil risiko.
Dan benar saja. Menit ke-49, Ricky Kambuaya menyamakan kedudukan. Sepakan first touch-nya keras, terarah membobol gawang Dicky Indrayana. Belum selesai. Tiga menit kemudian, Kambuaya kembali mencetak gol. Kali ini, ia menyelesaikan umpan tarik dari Jonathan Carlos, hasil kerja sama apik dengan Egy. Gol sempat diperiksa VAR, tapi tetap disahkan. 2-1.
Madura United coba bangkit. Mereka dapat tambahan waktu enam menit di babak kedua. Tapi skor bertahan. Dewa United pulang dengan tiga poin.
Dampak buat Papan Bawah
Nah, yang menarik justru efeknya dari hasil ini. Madura United gagal memanfaatkan laga kandang. Mereka tetap tercecer di papan bawah. Sementara itu, Persijap, PSM, Persis, dan Semen Padang tanpa bermain pun merasa diuntungkan. Kok bisa? Ya, karena jarak poin makin dekat. Peluang buat saling salip di sisa pekan makin terbuka lebar.
Menurut saya pribadi, ini jadi bukti betapa tipisnya margin error di Liga 1 musim ini. Satu laga bisa mengubah peta. Satu keputusan pelatih seperti menarik Marukawa dan Egy dari bangku cadangan bisa jadi penentu nasib banyak tim.
Dari sisi strategi, Dewa United juga menunjukkan sesuatu. Mereka punya kedalaman skuad. Meski menyimpan beberapa pemain kunci di awal termasuk Stefano Lilipaly mereka tetap bisa membaca situasi. Keputusan pelatih untuk tidak memaksakan semua pemain sejak menit pertama justru terbukti jitu. Ini pelajaran klasik: kadang, menunggu momen yang tepat lebih penting daripada terburu-buru.
Kini, dengan momentum yang mereka dapat, Dewa United tak cuma memperbaiki posisi sendiri. Mereka ikut mengocok ulang peta persaingan. Pekan ke-30 diprediksi bakal makin panas. Apalagi buat tim-tim yang lagi berjuang keras keluar dari zona merah.
Repotnya, Madura United sekarang harus kerja ekstra. Mereka bukan cuma kehilangan poin, tapi juga kehilangan momentum. Sementara tim lain mulai mendekat. Situasi seperti ini, satu langkah salah bisa berakibat fatal. (")
Artikel Terkait
Veda Ega Pratama Finis Kesembilan di FP2 Moto3 Spanyol, Tunjukkan Ketahanan Mental di Tengah Tekanan
Marc Marquez Rebut Pole Position MotoGP Spanyol 2026, Kualifikasi Diwarnai Insiden Pembalap
Jakarta Pertamina Enduro Juara Proliga 2026 Usai Kalahkan Gresik Phonska Plus, Raih Gelar Back-to-Back
Persib Bandung Terancam Gagal Hattrick: Tiga Lawan Berat Siap Hambat di Sisa Musim