MURIANETWORK.COM – Sabtu sore di Hotel Dalton, Makassar, suasana ruang sidang terasa hangat. Bukan cuma karena acara halal bihalal, tapi juga karena ada momen penting yang berlangsung di sana. Andi Taletting Langi Salahuddin, yang sehari-hari menjabat sebagai Direktur Badan Usaha di Ditjen AHU Kementerian Hukum RI, resmi terpilih jadi Ketua Ikatan Alumni Ilmu Politik Universitas Hasanuddin (IKA Politik Unhas). Pemilihan ini digelar dalam Musyawarah Besar IKA Politik ke-III, tanggal 25 April 2026.
Acara ini dibuka langsung oleh Ketua IKA FISIP Unhas, Andi Fahsar Padjalangi. Beberapa pengurus pusat IKA Unhas juga kelihatan hadir, memenuhi undangan. Suasananya cukup semarak, apalagi banyak juga tokoh-tokoh yang datang.
Di sisi lain, sejumlah nama besar turut meramaikan. Misalnya mantan Wakil Bupati Bulukumba, Tomy Satria; anggota DPRD Makassar, Zulhajar; Komisioner Bawaslu Makassar, Risal Suaib; Komisaris Brantas Abipraya, Isra Daming Pramulya; sampai Atase Kebudayaan RI di Timor Leste, Prof Tasrifin Tahara. Mereka semua duduk bersama, larut dalam diskusi dan obrolan khas reuni.
Nah, soal pemilihan ketua, ternyata prosesnya cukup cepat. Dalam sidang pleno ke-3 yang dipimpin Irwansyah Sukarana, semua perwakilan dari berbagai angkatan sepakat secara aklamasi. Soalnya, Taletting jadi satu-satunya calon yang mendaftar untuk periode 2026-2030. Jadi ya, nggak perlu perdebatan panjang.
Begitu terpilih, Taletting langsung menyampaikan pidato. Isinya cukup mengena. Menurut dia, ikatan alumni itu bukan cuma sekadar kenangan masa lalu. Lebih dari itu, ini soal kekuatan untuk masa depan.
“Dari awal darah saya Ilmu Politik, meskipun ada titel S1 lain di belakang nama, kita ditempa di ruang diskusi Ilmu Politik, bukan sekadar belajar teori kekuasaan, tapi juga mengelola kekuasaan untuk kemaslahatan,” ujarnya. Nada bicaranya serius, tapi ada senyum tipis di sela-sela kalimat.
Alumni angkatan 1994 ini juga berjanji, kepengurusannya nanti bakal bikin alumni lebih bersuara dan lebih solid. Dia pengen IKA Politik Unhas nggak cuma jadi tempat kumpul-kumpul doang.
“Alumni bukan sekadar arsip, tapi aset strategis. Kadang alumni memori institusi, sejatinya alumni modal sosial yang tersebar di berbagai sektor akademisi, pengusaha, birokrat, ruang strategis,” jelasnya. Agak berapi-api, tapi terdengar tulus.
Dia punya rencana konkret. “Kepengurusan nanti kita bangun database, pemberdayaan alumni, agar lebih kuat dan solid, bersaing dengan jaringan alumni lainnya. Mari samakan gerak langkah, membangun kekuatan kolektif dalam satu ekosistem kekuatan strategis,” pungkas mantan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Maluku Utara ini. Ruangan pun bertepuk tangan. (mna)
Artikel Terkait
Menkeu Yakin IHSG Tembus 10.000 Tahun Ini Meski Sempat Ambruk Jadi yang Terburuk se-Asia
Bayi 5 Bulan Tewas dalam Kecelakaan di Manado, Pengemudi Ditetapkan Tersangka
Dua Pelajar Tewas dalam Kecelakaan Maut di Perempatan Alun-Alun Purwodadi
Purbaya Bantah Isu APBN Hanya Rp120 Triliun, Tegaskan Kas Negara Masih Aman