Veda Ega Pratama Finis Kesembilan di FP2 Moto3 Spanyol, Tunjukkan Ketahanan Mental di Tengah Tekanan

- Sabtu, 25 April 2026 | 19:00 WIB
Veda Ega Pratama Finis Kesembilan di FP2 Moto3 Spanyol, Tunjukkan Ketahanan Mental di Tengah Tekanan

JEREZ Ada momen di FP2 Moto3 Spanyol tadi sore yang mungkin luput dari sorotan banyak orang. Bukan soal kecepatan mentah, bukan pula catatan waktu gila. Tapi soal bagaimana seorang pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, tetap bisa bernapas lega di tengah hiruk-pikuk sirkuit Jerez.

Sabtu (25/4) kemarin, di sesi latihan bebas kedua, Veda finis di urutan kesembilan. Sekilas, ya, lumayan. Tapi kalau kita lihat lebih dekat, ada cerita lain di balik angka itu. Cerita tentang mentalitas, adaptasi, dan yang paling penting kemampuan untuk tidak hancur saat segalanya terasa kacau.

Sejak awal sesi, Veda langsung tancap gas. Ia tidak main-main. Bahkan sempat menyelinap ke tiga besar. Itu sinyal bahwa persiapannya matang, dan kepercayaan dirinya sedang tinggi-tingginya. Tapi ya namanya Moto3, tidak ada yang aman. Posisi bisa jungkir balik dalam hitungan detik.

Memasuki tujuh menit pertama, Veda mulai tergelincir ke posisi ketujuh. Bukan karena ia melambat, tapi karena yang lain mulai menemukan ritme mereka. Brian Uriarte sempat memimpin, lalu digeser Guido Pini yang tampil impresif. Tapi akhirnya Maximo Quiles yang jadi penguasa sesi dengan waktu 1 menit 56,098 detik cukup solid untuk bertahan di puncak hingga bendera finis.

Di tengah semua itu, Veda sempat terpuruk ke posisi ke-11. Momen yang bisa bikin pembalap muda panik. Banyak rider, apalagi yang masih hijau, langsung kalap dan bikin kesalahan sendiri. Tapi tidak dengan Veda.

Ia tidak panik.

Benar-benar tidak. Alih-alih memaksakan diri, pembalap Honda Team Asia ini memilih pendekatan yang lebih tenang. Ia jaga ritme, baca situasi, dan menunggu celah. Dan hasilnya mulai terlihat di lima menit terakhir. Perlahan, catatan waktunya membaik. Ia naik ke posisi delapan, lalu finis di urutan kesembilan.

Ini bukan sekadar soal angka. Ini soal bagaimana ia merespons tekanan. Di dunia balap, khususnya Moto3 yang terkenal brutal, kemampuan untuk tetap dingin saat segalanya berubah cepat adalah fondasi dari mental juara. Dan FP2 ini jadi salah satu indikator bahwa Veda mulai mengerti itu.

Meski begitu, tetap ada catatan yang mengganjal. Selisih waktunya dengan Quiles masih sekitar dua detik. Itu cukup jauh, dan jadi pekerjaan rumah yang tidak bisa ditunda. Kalau mau bersaing di kualifikasi dan balapan nanti, ia harus memangkas jarak itu.

Tapi melihat tren yang ada, peluang itu masih terbuka lebar. Veda sudah membuktikan bahwa ia bisa bersaing di awal sesi, dan juga bisa bangkit saat tertekan. Kombinasi semacam ini jarang dimiliki pembalap muda. Dan itu jadi modal berharga menuju sesi kualifikasi.

Apalagi sebelumnya ia harus melewati jalur Q1 pengalaman pertama musim ini yang pasti tidak mudah. Tapi dengan performa yang semakin stabil, ia punya momentum untuk kembali menembus Q2, bahkan start dari posisi yang lebih kompetitif.

Moto3 itu bukan cuma soal kecepatan. Ada konsistensi, strategi, dan ketahanan mental. Dalam satu sesi saja, seorang pembalap bisa merasakan berada di puncak, lalu jatuh ke tengah, lalu bangkit lagi. Dan Veda sudah melewati semua fase itu dalam FP2 ini.

Sekarang, tantangannya adalah menjaga momentum. Kalau ia bisa menggabungkan kecepatan awal yang agresif dengan konsistensi hingga akhir, bukan tidak mungkin ia akan kembali menjadi salah satu kejutan dari Indonesia di Moto3 musim ini.

Pada akhirnya, FP2 di Jerez bukan hanya tentang posisi kesembilan. Ini adalah ujian dan sekaligus bukti bahwa Veda Ega Pratama mulai membangun sesuatu yang lebih besar: ketenangan, kedewasaan balap, dan mentalitas untuk bersaing di level tertinggi.

Hasil FP2 Moto3 Spanyol 2026
Maximo Quiles – CFMoto Aspar Team – 1:56.098
Brian Uriarte – Red Bull KTM Ajo 0.419
Joel Esteban – LevelUp MTA 0.633
Matteo Bertelle – LevelUp MTA 0.751
Cormac Buchanan – BOE Motorsports 0.845
Guido Pini – Leopard Racing 0.883
Hakim Danish – MT Helmets MSI 1.254
David Munoz – Liqui Moly Dynavolt Intact GP 1.287
Scott Ogden – CIP Green Power 1.655
Marco Morelli – CFMoto Aspar Team 1.786
Veda Ega Pratama – Honda Team Asia 2.015
Adrian Cruces – CIP Green Power 2.052
Rico Salmela – Red Bull KTM Tech3 2.067
Adrian Fernandez – Leopard Racing 2.111
Alvaro Carpe – Red Bull KTM Ajo 2.324
Ruche Moodley – BOE Motorsports 2.797
Cormac Buchanan – BOE Motorsports 2.898
Eddie O’Shea – GRYD MLav Racing 2.976
Valentin Perrone – Red Bull KTM Tech3 3.204
Jesus Rios – Rivacold Snipers Team 3.422
Leo Rammerstorfer – SIC58 Squadra Corse 3.708
David Almansa – Liqui Moly Dynavolt Intact GP 3.759
Nicola Carraro – Rivacold Snipers Team 3.901
Ryusei Yamanaka – MT Helmets MSI 4.474
Joel Kelso – GRYD MLav Racing 4.830
Zen Mitani – Honda Team Asia 5.362

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar