Cisarua (SI Online) – Udara di Posko DVI masih terasa berat. Proses identifikasi korban longsor dan banjir bandang di Cisarua, Bandung Barat, terus berlanjut tanpa henti. Hingga saat ini, sudah 11 jenazah berhasil dikenali.
Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Hendra Rochmawan, memberikan update terbaru. Menurutnya, tim sudah menerima 25 kantong jenazah di Pos DVI. Angka itu bertambah setelah tim di lapangan berhasil menemukan tiga jenazah utuh lagi.
Dari sekian banyak itu, sebelas di antaranya sudah teridentifikasi. Sepuluh jenazah dalam kondisi utuh, satu lagi berupa potongan tubuh. Sisanya? Masih dalam proses pemeriksaan mendalam oleh tim DVI, yang membandingkan data post mortem dan ante mortem.
Hendra menegaskan komitmen tim dalam pekerjaan yang sulit ini.
"Proses identifikasi kami lakukan secara menyeluruh, bersama unsur terkait. Prinsip kehati-hatian dan ketelitian ilmiah jadi yang utama," ujarnya, Ahad (25/1/2026).
Di sisi lain, kondisi lapangan yang masih berbahaya memaksa tim SAR gabungan yang melibatkan Basarnas, TNI, Polri, dan relawan untuk menghentikan sementara pencarian. Operasi evakuasi terpaksa ditunda.
Rencananya, pencarian akan dilanjutkan besok. Sayangnya, masih ada korban yang diduga tertimbun material dan belum bisa dievakuasi.
Proses identifikasi sendiri punya tantangannya masing-masing. Tim DVI menyebut, jenazah yang utuh dan punya dokumen pendukung jelas akan lebih cepat diproses.
Namun begitu, untuk jenazah yang hanya berupa potongan seperti bagian kaki tertentu prosesnya jelas lebih lama. Pencocokan data membutuhkan waktu ekstra dan ketelitian yang luar biasa.
Editor: Novita Rachma
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
PSG Vs Bayern Munich di Semifinal Liga Champions, Laga Final Dini yang Diprediksi Ketat
Tiga Sipir Lapas Blitar Diduga Jual Beli Kamar Sel Khusus hingga Rp100 Juta per Napi
Tim Uber Indonesia Kunci Juara Grup C Usai Comeback Dramatis Lawan Chinese Taipei
Polda Papua Bongkar Praktik Ilegal BBM Subsidi di Merauke, Negara Rugi Hingga Rp197 Juta