Iran Klaim Serang Dua Kapal Tanker di Teluk Persia, Satu Awak Tewas

- Kamis, 12 Maret 2026 | 08:00 WIB
Iran Klaim Serang Dua Kapal Tanker di Teluk Persia, Satu Awak Tewas

Api berkobar di perairan Teluk Persia, Rabu malam lalu. Menurut laporan yang beredar, dua kapal tanker minyak jadi sasaran serangan dan satu awak kapal dilaporkan tewas dalam insiden itu.

Farhan al-Fartousi, Direktur Jenderal Perusahaan Pelabuhan Irak, memberikan konfirmasi. Ia menyebut ada 38 awak kapal yang berhasil dievakuasi dengan selamat. "Mereka semua warga negara asing," ujarnya, seperti dikutip CNN International pada Kamis (12/3/2026).

Tak lama setelah kejadian, Iran muncul mengklaim tanggung jawab. Melalui siaran stasiun penyiarannya, IRIB, mereka menyatakan serangan itu dilakukan menggunakan drone bawah laut yang meledakkan kedua kapal tersebut.

Namun begitu, cerita dari lapangan sempat berbeda. Sebelum klaim Iran keluar, sebuah sumber keamanan Irak di Basra memberi keterangan kepada CNN. Menurut sumber itu, sebuah kapal Iran yang dipasangi bahan peledak diduga menjadi dalang penyerangan. Penyidikan pun masih terus dilakukan.

Letnan Jenderal Saad Maan, kepala media komando operasi gabungan Irak, menegaskan lokasi kejadian. "Ini terjadi di perairan teritorial kami," katanya. Ia menyebut serangan itu sebagai pelanggaran kedaulatan dan menegaskan Irak berhak mengambil langkah hukum.

Rekaman video yang berhasil diverifikasi oleh CNN memperlihatkan situasi yang mencekam. Dua kapal tanker terbakar hebat, lidah api menjilat-jilat dan menghitamkan langit malam. Data pelacakan kapal menunjukkan, keduanya sedang berlabuh berdampingan saat kebakaran mulai terjadi.

Kapal-kapal itu adalah Zefyros, yang mengibarkan bendera Malta, dan Safesea Vishnu dengan bendera Kepulauan Marshall. Pemilik Zefyros berbasis di Yunani, sementara Safesea Vishnu terdaftar atas nama perusahaan AS, Safesea Transport Inc.

Serangan ini jelas memanas. Di satu sisi ada klaim terbuka, di sisi lain ada protes keras soal kedaulatan. Yang pasti, laut sudah kembali gelap, meninggalkan bekas bakar dan pertanyaan yang masih membara.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar