Api berkobar di perairan Teluk Persia, Rabu malam lalu. Menurut laporan yang beredar, dua kapal tanker minyak jadi sasaran serangan dan satu awak kapal dilaporkan tewas dalam insiden itu.
Farhan al-Fartousi, Direktur Jenderal Perusahaan Pelabuhan Irak, memberikan konfirmasi. Ia menyebut ada 38 awak kapal yang berhasil dievakuasi dengan selamat. "Mereka semua warga negara asing," ujarnya, seperti dikutip CNN International pada Kamis (12/3/2026).
Tak lama setelah kejadian, Iran muncul mengklaim tanggung jawab. Melalui siaran stasiun penyiarannya, IRIB, mereka menyatakan serangan itu dilakukan menggunakan drone bawah laut yang meledakkan kedua kapal tersebut.
Namun begitu, cerita dari lapangan sempat berbeda. Sebelum klaim Iran keluar, sebuah sumber keamanan Irak di Basra memberi keterangan kepada CNN. Menurut sumber itu, sebuah kapal Iran yang dipasangi bahan peledak diduga menjadi dalang penyerangan. Penyidikan pun masih terus dilakukan.
Artikel Terkait
Bareskrim Sita Aset Rp 300 Miliar Terkait Dugaan Penipuan PT Dana Syariah Indonesia
Indonesia Serukan Penghentian Konflik di Timur Tengah, Tanggapi Klaim Kemenangan Trump
Kakorlantas Polri Tegaskan Operasi Ketupat 2026 sebagai Operasi Kemanusiaan
Ketersediaan Ojol Menipis di Jakarta, Driver Sebut Lonjakan Order dan Macet Ramadan sebagai Penyebab