Berita Bisnis Terkini: Whoosh Catat 5,1 Juta Penumpang dan Sidak BBM Bahlil
Informasi mengenai penumpang Kereta Cepat Jakarta-Bandung Whoosh yang mencapai angka 5,1 juta hingga Oktober 2025 menjadi berita utama. Selain itu, langkah Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengecek kualitas BBM di Jawa Timur juga menyita perhatian publik. Berikut ini rangkuman lengkapnya.
Penumpang Kereta Cepat Whoosh Capai 5,1 Juta, Tumbuh 6,3%
PT KCIC mencatat peningkatan jumlah penumpang Kereta Cepat Whoosh sebesar 6,3 persen pada periode Januari-Oktober 2025. Angka ini dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Selama sepuluh bulan pertama tahun ini, layanan Whoosh telah melayani lebih dari 5,1 juta penumpang. Jumlah ini meningkat dari 4,8 juta penumpang pada periode yang sama di tahun 2024.
Secara kumulatif, sejak beroperasi secara komersial pada Oktober 2023, Whoosh telah melayani lebih dari 12,2 juta penumpang.
General Manager Corporate Secretary KCIC, Eva Chairunisa, menyatakan bahwa peningkatan ini membuktikan kepercayaan masyarakat terhadap layanan Kereta Cepat Whoosh.
“Kenaikan jumlah penumpang ini menjadi bukti bahwa masyarakat semakin mempercayai layanan Kereta Cepat Whoosh sebagai moda transportasi cepat dan andalan untuk mobilitas antara Jakarta dan Bandung,” ujar Eva melalui keterangan tertulis, Kamis (30/10).
Menteri ESDM Bahlil Cek Kualitas BBM di Jatim, Pastikan Sesuai Standar
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke SPBU 26 Pertamina Asrikaton di Malang, Jawa Timur. Sidak ini dilakukan untuk menindaklanjuti aduan masyarakat mengenai dugaan BBM yang tidak sesuai dengan standar.
Pengecekan dilakukan bersama Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi (Lemigas) yang bertanggung jawab atas kualitas BBM.
"Kami baru saja menyelesaikan pengecekan di pompa bensin di sini di SPBU 26 Malang. Berdasarkan hasil sampel yang ada dinyatakan kualitas minyaknya sesuai standar dan baik untuk digunakan," ujar Bahlil melalui keterangan resmi, Kamis (30/10).
Tidak hanya di Malang, tim Kementerian ESDM dan Lemigas juga melakukan pengecekan di sejumlah SPBU lain di Jawa Timur, mencakup wilayah Gresik, Surabaya, dan Lamongan. Pemeriksaan ini merupakan respons langsung atas laporan yang masuk dari masyarakat.
Bahlil menegaskan komitmen pemerintah untuk bertindak tegas terhadap pihak mana pun yang terbukti melakukan pelanggaran dalam penyaluran dan pengelolaan BBM, guna menjamin transparansi dan akuntabilitas.
Artikel Terkait
PANI Kantongi Rp498 Miliar dari Private Placement Tahap Keempat
MSCI Pertahankan Status Emerging Market Indonesia, Namun Risiko Penurunan Bobot Indeks Masih Bayangi
Saham Emas Domestik Tertekan, Harga Emas Global Jatuh di Bawah USD4.000
Harga Emas Antam Stagnan di Rp2,655 Juta per Gram, Buyback Justru Anjlok Rp52.000