PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) memutuskan untuk membagikan dividen tunai sebesar Rp45 per saham kepada para pemegang sahamnya. Keputusan tersebut diambil dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar di Jakarta pada Rabu, 7 Mei 2026.
Total nilai dividen yang akan dibagikan mencapai USD7,03 juta, atau setara dengan Rp122,18 miliar. Angka tersebut dihitung berdasarkan asumsi kurs Rp17.378 per dolar Amerika Serikat yang berlaku pada 4 Mei 2026. Selain menyetujui pembagian dividen, dalam RUPST yang sama, para pemegang saham juga memberikan persetujuan atas laporan keuangan konsolidasian untuk tahun buku 2025. Laporan tersebut telah memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari auditor.
Sepanjang tahun 2025, perseroan berhasil membukukan laba bersih sebesar USD15,2 juta. Capaian ini menandai pertumbuhan sebesar 8,9 persen dibandingkan periode sebelumnya. Peningkatan laba terjadi di tengah tekanan pada sisi pendapatan yang justru terkoreksi 14,6 persen menjadi USD49,3 juta. Manajemen menjelaskan bahwa penurunan pendapatan tersebut dipicu oleh berkurangnya volume lifting dan turunnya harga minyak.
Meskipun pendapatan menurun, perseroan berhasil menjaga profitabilitas melalui efisiensi biaya yang ketat. Beban pokok penjualan atau cost of goods sold (COGS) tercatat turun hingga 29 persen. Alhasil, adjusted EBITDA perseroan masih mampu meningkat 2 persen menjadi USD30,8 juta, dengan margin EBITDA yang berada di atas 62 persen.
Dari sisi neraca keuangan, total aset perseroan tercatat meningkat menjadi USD76 juta, dengan total ekuitas sebesar USD56,6 juta. Rasio utang terhadap ekuitas atau debt to equity ratio (DER) berada di level yang rendah, yakni 0,30 kali. Angka ini menunjukkan struktur permodalan yang solid dan risiko keuangan yang terkendali.
Secara operasional, Blok Cepu masih menjadi andalan utama. Blok tersebut mencatat produksi rata-rata sebesar 151 ribu barel minyak per hari (BOPD) dengan sisa cadangan terbukti dan terduga (2P reserves) mencapai 296 juta barel minyak (MMBO). Sementara itu, Blok Jabung membukukan produksi rata-rata 49,7 ribu barel setara minyak per hari (BOEPD) dengan cadangan 2P sebesar 243 juta barel setara minyak (MMBOE).
Perseroan menyatakan bahwa kedua blok migas tersebut menjadi penopang utama kinerja operasional sekaligus landasan bagi ekspansi bisnis ke depan. Dengan fundamental yang kuat dan cadangan yang melimpah, Raharja Energi Cepu optimistis dapat terus tumbuh secara berkelanjutan.
Artikel Terkait
Investor Baru Masuk, Cakra Buana Resources Siap Rights Issue Hingga Rp1,9 Triliun
MNC Life Beri Voucher MAP Gratis untuk Pembeli Pertama Polis Asuransi Kesehatan Elite Selama Mei 2026
Harga Minyak Melonjak setelah AS Serang Target Iran di Selat Hormuz
IHSG Diprediksi Tertekan, Berpotensi Koreksi ke Kisaran 6.645-6.838