IHSG Diprediksi Tertekan, Berpotensi Koreksi ke Kisaran 6.645-6.838

- Jumat, 08 Mei 2026 | 07:15 WIB
IHSG Diprediksi Tertekan, Berpotensi Koreksi ke Kisaran 6.645-6.838

Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini diprediksi berada dalam tekanan dengan potensi koreksi menuju rentang 6.645 hingga 6.838, meskipun skenario terbaik masih membuka peluang penguatan untuk menguji level 7.212 hingga 7.418.

Pada perdagangan sebelumnya, IHSG berhasil melanjutkan tren penguatannya dengan mencatatkan kenaikan sebesar 1,15 persen ke posisi 7.174. Namun, riset MNC Sekuritas yang dirilis Jumat (8/5/2026) mengungkapkan bahwa penguatan tersebut masih diiringi oleh tekanan jual yang cukup signifikan. Adapun level support yang perlu dicermati berada di angka 7.031 dan 6.838, sementara resistance terpantau pada level 7.240 dan 7.323.

Dalam riset yang sama, MNC Sekuritas turut merekomendasikan sejumlah saham pilihan untuk diperhatikan pada perdagangan hari ini. Salah satunya adalah saham ICBP yang mencatatkan penguatan sebesar 5,51 persen ke level Rp7.175. Pergerakan ini disertai peningkatan volume pembelian dan berhasil bertahan di atas rata-rata pergerakan 20 hari (MA20). Analis memperkirakan posisi ICBP saat ini berada pada bagian dari wave [iii] dari wave C. Rekomendasi yang diberikan adalah trading buy pada rentang Rp7.100 hingga Rp7.150, dengan target harga di Rp7.275 dan Rp7.400, serta stoploss di bawah Rp7.050.

Sementara itu, saham NCKL juga menunjukkan kinerja positif dengan menguat 4,25 persen ke Rp1.105, didukung oleh peningkatan volume pembelian. Posisi saham ini diperkirakan sedang berada di awal wave A dari wave (B). Investor disarankan untuk melakukan buy on weakness pada rentang Rp1.070 hingga Rp1.090, dengan target harga Rp1.120 dan Rp1.190, serta stoploss di bawah Rp1.050.

Di sisi lain, saham BNBR justru mengalami koreksi sebesar 1,90 persen ke level Rp206. Tekanan jual masih mendominasi pergerakannya, meskipun koreksi tersebut masih tertahan oleh MA20. Analis memperkirakan posisi BNBR saat ini berada di awal wave 3 dari wave (C), sehingga masih rawan melanjutkan koreksi menuju rentang Rp158 hingga Rp174. Rekomendasi yang diberikan adalah sell on strength pada rentang Rp212 hingga Rp216.

Untuk saham PGAS, pergerakannya tercatat menguat 1,58 persen ke Rp1.925 dengan volume pembelian yang cenderung meningkat. Posisi saham ini diperkirakan sedang berada di awal wave [c] dari wave B. Rekomendasi yang diberikan adalah buy on weakness pada rentang Rp1.800 hingga Rp1.885, dengan target harga Rp1.970 dan Rp2.070, serta stoploss di bawah Rp1.780.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar