Wall Street Melemah, S&P 500 Terkoreksi Akibat Aksi Ambil Untung di Saham Semikonduktor

- Jumat, 08 Mei 2026 | 07:00 WIB
Wall Street Melemah, S&P 500 Terkoreksi Akibat Aksi Ambil Untung di Saham Semikonduktor

Wall Street ditutup melemah pada perdagangan Kamis (7/5/2026) waktu setempat, dengan indeks S&P 500 berakhir di zona merah setelah saham Intel dan sejumlah emiten semikonduktor lainnya terkoreksi. Penurunan ini mengakhiri reli yang berlangsung dalam beberapa hari terakhir, sekaligus mencerminkan kekhawatiran investor terhadap ketidakpastian negosiasi perdamaian antara Amerika Serikat dan Iran yang membebani sentimen pasar secara keseluruhan.

Indeks S&P 500 tercatat turun 0,38 persen dan menutup sesi di level 7.337,11 poin. Sementara itu, Nasdaq melemah 0,13 persen menjadi 25.806,20 poin, dan Dow Jones Industrial Average merosot 0,63 persen ke posisi 49.596,97 poin. Pelemahan ini terjadi di tengah aksi ambil untung yang melanda sektor teknologi, khususnya saham-saham produsen chip.

Saham Intel dan Advanced Micro Devices (AMD) masing-masing anjlok sekitar tiga persen, mengikis sebagian besar keuntungan yang mereka raih pada awal pekan ini. Di sisi lain, saham Arm Holdings yang terdaftar di bursa AS juga jatuh tajam akibat kekhawatiran investor terhadap kemampuan perusahaan dalam mengamankan pasokan chip kecerdasan buatan (AI) generasi terbarunya, meskipun laporan pendapatan yang dirilis tergolong kuat.

Indeks PHLX Semiconductor, yang menjadi tolok ukur sektor chip, ambles 2,7 persen. Meski demikian, indeks tersebut masih mencatat kenaikan kuartalan sebesar 47 persen sebuah pencapaian yang mencerminkan optimisme pasar terhadap prospek industri semikonduktor dalam jangka panjang.

“Anda bisa mengalami serangkaian hari seperti ini, dan itu tidak akan mengurangi fakta bahwa ini telah menjadi kuartal pemulihan yang luar biasa, didorong oleh fundamental,” ujar Mike Dickson, Kepala Manajemen Portofolio di Horizon Investments.

Di tengah tekanan di sektor chip, saham Nvidia dan Microsoft justru mencatat kenaikan hampir dua persen. Keduanya menjadi penopang utama kepercayaan investor terhadap perusahaan-perusahaan teknologi berat di Wall Street, khususnya yang bergerak di bidang kecerdasan buatan. Reli panjang pada saham teknologi dan AI sebelumnya telah mendorong indeks-indeks utama AS ke rekor tertinggi, didukung oleh tanda-tanda permintaan yang kuat terhadap produk AI serta musim laporan keuangan yang solid. Perusahaan-perusahaan disebut berada di jalur menuju pertumbuhan laba terkuat dalam lebih dari empat tahun terakhir.

Meskipun mengalami koreksi harian, S&P 500 masih mencatat kenaikan tujuh persen sepanjang tahun 2026. Dalam sesi perdagangan tersebut, indeks ini mencatat 18 rekor tertinggi baru dan 11 rekor terendah baru, sementara Nasdaq membukukan 132 rekor tertinggi baru dan 89 rekor terendah baru. Di pasar komoditas, harga minyak sedikit turun dan diperdagangkan di kisaran 100 dolar AS per barel.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar