BUTON TENGAH – Siang itu, di jalan poros Desa Waara, sebuah mobil carry yang mengangkut pemudik tiba-tiba berubah jadi bola api. Kejadiannya Selasa (10/3/2026) siang, di Kecamatan Lakudo, Kabupaten Buton Tengah, Sulawesi Tenggara. Untungnya, sopir dan kedua penumpangnya berhasil keluar dengan selamat. Tak ada korban jiwa, apalagi luka-luka.
Mereka benar-benar beruntung. Sebelum kobaran api melahap habis seluruh badan kendaraan, ketiganya sudah ada di luar. Bahkan sempat menyelamatkan beberapa barang bawaan.
Menurut penuturan, semuanya berawal usai mobil itu bertolak dari Pelabuhan Ferry Wamengkoli. Di tengah perjalanan menuju kampung halaman, sang sopir mencium bau aneh. Lalu, dilihatnya kepulan asap mulai mengepul dari kolong kap mesin.
Dia tak ragu. Langsung menghentikan kendaraan di pinggir jalan dan memerintahkan penumpang untuk segera turun. Keputusan yang tepat, karena tak lama kemudian percikan api sudah muncul.
Api menjalar dengan cepat sekali. Diduga kuat, pemicunya adalah hubungan arus pendek atau korsleting pada sistem kelistrikan mobil. Percikan itu dengan ganas membesar, merambat ke kabin, dan akhirnya menghanguskan segalanya.
Tim Damkar dan polisi yang datang berusaha memadamkan. Tapi upaya mereka sudah terlambat. Mobil itu tinggal menyisakan kerangka hitam yang masih mengepulkan asap.
Kapolsek Lakudo, Ipda Muhammad Ade Tandra, membenarkan dugaan awal penyebabnya.
"Api diduga berasal dari hubungan arus pendek listrik yang menimbulkan percikan hingga mengakibatkan kebakaran hebat," jelasnya.
Meski nyawa terselamatkan, kerugian materil tidak kecil. Diperkirakan mencapai Rp40 juta. Peristiwa ini jadi peringatan keras di tengah ramainya arus mudik.
Polisi pun mengimbau, terutama kepada para pengemudi angkutan mudik, untuk lebih cermat. Pengecekan kondisi kendaraan, terutama sistem kelistrikan, harus jadi prioritas. Biar perjalanan pulang kampung tetap aman dan tak ada lagi kejadian serupa yang memakan korban harta benda.
Artikel Terkait
Prabowo Targetkan Bangun dan Renovasi 400 Rumah Sakit di Seluruh Kabupaten dalam Tiga Tahun
Mobil Pengangkut Makan Bergizi Gratis Tersangkut Separator di Depok Akibat Sopir Lupa Rem Tangan
PT Global Loyalty Indonesia Bantah Giorgio Antonio Chandra Berstatus CEO dan Pemilik Perusahaan
Akademisi Apresiasi Langkah Dasco Fasilitasi Pertemuan BI dan Kemenkeu di Tengah Ketidakpastian Ekonomi Global