Washington punya pesan tegas buat Uni Eropa, China, dan sejumlah mitra dagang lainnya. Intinya: jangan khawatir. Kesepakatan perdagangan yang sudah ada, kata mereka, tetap berlaku. Pesan ini disampaikan meski Mahkamah Agung AS baru saja membatalkan aturan soal tarif resiprokal yang jadi landasan sebelumnya.
Perwakilan Perdagangan AS, Jamieson Greer, coba menenangkan situasi. Dalam wawancara dengan CBS, dia bilang percakapan dengan para mitra sedang berjalan aktif.
Tapi di sisi lain, ada keraguan yang datang dari Eropa. Presiden Bank Sentral Eropa, Christine Lagarde, yang hadir dalam acara yang sama, mengaku belum bisa memastikan dampak dari keputusan pengadilan AS itu. Suaranya terdengar hati-hati.
Latar belakang keributan ini adalah keputusan monumental Mahkamah Agung AS pada Jumat lalu. Dengan suara 6-3, hakim memutuskan bahwa presiden sebelumnya telah melampaui kewenangannya saat memberlakukan tarif berdasarkan Undang-Undang Kekuasaan Darurat Ekonomi Internasional (IEEPA).
Keputusan itu langsung memantik kemarahan mantan Presiden Donald Trump. Tak lama setelahnya, dia mengumumkan tarif global baru sebesar 10 persen, yang landasan hukumnya berbeda. Dan kemudian, angka itu dinaikkan lagi menjadi 15 persen.
Artikel Terkait
Pemerintah Tegaskan WFH untuk Swasta Hanya Imbauan, Bukan Kewajiban
Heineken Gelar Kampanye Fans Have More Friends, Tawarkan 7 Tiket ke Final Liga Champions
Danantara Jelaskan Alasan Mayoritas Operator PLTSa Berasal dari China
Donnarumma Bantah Isu Minta Bonus, Ungkap Luka Terbesar Setelah Italia Gagal ke Piala Dunia