MAKASSAR Bursa transfer putaran kedua BRI Super League 2025/2026 berjalan. Dan untuk PSM Makassar, momen ini lebih dari sekadar perekrutan pemain baru. Ini adalah koreksi keras, sebuah pernyataan tegas yang ditujukan langsung ke jantung pertahanan mereka. Kedatangan Dusan Lagator, bek tengah asal Montenegro, adalah buktinya. Bukan sekadar tambahan amunisi, tapi pengakuan bahwa lini belakang Juku Eja selama ini gagal total.
Nilai pasarnya sekitar Rp7,82 miliar. Angka itu dengan seketika menjadikan Lagator pemain termahal dalam sejarah klub, melampaui kapten mereka sendiri, Yuran Fernandes, yang dihargai Rp6,95 miliar. Tanpa perlu menyentuh bola sekalipun di Liga 1, posisi Yuran sudah tergeser. Bukan cuma soal angka, ini soal simbol. Sebuah pesan yang sulit diabaikan.
Bek berpostur 190 sentimeter berusia 30 tahun itu diproyeksikan sebagai jawaban darurat. Pasukan Ramang memang sedang krisis akut di sektor pertahanan, area yang justru menjadi sumber petaka sepanjang paruh pertama musim.
Setelah Cumic, Alarm Keras Berbunyi
Sebelum nama Lagator mencuat, PSM sudah lebih dulu mendatangkan Luka Cumic. Striker Serbia berusia 24 tahun itu resmi terdaftar dan akan mengenakan jersey nomor 99 lambang harapan baru di lini depan.
Tapi rupanya, perekrutan Cumic belum dianggap cukup. Manajemen bergerak lebih jauh lagi. Fokus mereka beralih ke sektor paling rapuh, yang paling sering melakukan blunder: pertahanan. Cumic sempat memegang status pemain termahal dengan nilai Rp6,08 miliar. Namun gelar itu hanya bertahan sebentar. Kehadiran Lagator mengubah total peta hierarki di skuad.
Nama Dusan Lagator sendiri sudah santer beredar beberapa hari terakhir. Menurut sejumlah sumber dekat klub, kesepakatan nyaris bulat dan tinggal menunggu pengumuman resmi. Ia didatangkan langsung dari Liga India bukan untuk duduk di bangku cadangan. Targetnya jelas: mengisi posisi bek tengah utama, peran yang selama ini diwarnai kesalahan berulang-ulang.
Teguran Terbuka untuk Sang Kapten
Coba lihat lima kekalahan beruntun PSM. Hampir di setiap laga, blunder dari belakang selalu muncul. Dan sorotan paling tajam, mau tidak mau, mengarah ke Yuran Fernandes. Sebagai kapten, ia kerap terlihat gagal membaca situasi, lambat mengambil keputusan, dan kehilangan kendali di momen-momen krusial.
Dalam sepak bola modern, kesalahan bek tengah adalah dosa fatal. Apalagi jika pelakunya adalah sang kapten tim. Toleransi pun nyaris habis. Nah, kehadiran Lagator inilah sinyal paling gamblang. Ban kapten, status senior, atau jasa masa lalu semuanya tak lagi jadi tameng yang ampuh.
Jelas sekali, bursa transfer kali ini memperlihatkan perubahan sikap PSM. Setelah berbenah di lini depan, mereka kini berani menyentuh titik paling sensitif: jantung pertahanan. Dusan Lagator, dengan harga fantastisnya, bukan cuma rekrutan asing biasa. Dia adalah penanda arah baru. Sinyal bahwa klub memilih bertindak, bukan terus-terusan bertahan dengan kesalahan yang sama.
Jika nanti resmi diperkenalkan, ancaman Lagator nyata. Ia bukan cuma menggeser Yuran di daftar pemain termahal, tapi juga langsung mengancam posisi, peran, dan legitimasi sang kapten di starting eleven.
Menjelang Laga Kontra Semen Padang
PSM dijadwalkan menjamu Semen Padang di Stadion Gelora BJ Habibie, Senin 2 Februari 2026 mendatang. Untuk laga ini, Luka Cumic sudah dipastikan siap tampil. Namanya terdaftar resmi dan debutnya tinggal menunggu waktu.
Tapi untuk Dusan Lagator, situasinya masih abu-abu. Faktor administrasi, kebugaran, dan adaptasi jadi pertanyaan besar. Masih tanda tanya apakah ia akan langsung diturunkan atau harus menunggu dulu.
Meski begitu, satu hal sudah pasti. Bahkan sebelum mungkinnya ia bermain, kehadiran Lagator saja sudah cukup mengguncang ruang ganti. Pesannya kini terang benderang dan terdengar oleh semua orang: PSM Makassar tidak sedang membangun zona nyaman. Mereka sedang memaksa perubahan, dengan cara apapun.
Artikel Terkait
Persib Bandung Balikkan Keadaan, Kalahkan Bhayangkara 4-2 dan Rebut Puncak Klasemen dari Borneo FC
Tim Uber Indonesia Kalahkan Denmark, Tantang Korea Selatan di Semifinal
Pedrosa Prediksi Duel Bezzecchi vs Marquez di MotoGP 2026, Martin Jadi Kuda Hitam
Bruno Moreira Diuji di Empat Laga Sisa: Kapten Persebaya Harus Buktikan Diri di Tengah Standar Tinggi Bernardo Tavares