Kemensos Salurkan Bantuan Rp543 Miliar untuk Korban Banjir Sumatera

- Jumat, 06 Maret 2026 | 09:25 WIB
Kemensos Salurkan Bantuan Rp543 Miliar untuk Korban Banjir Sumatera

Upaya pemulihan pascabanjir di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat terus digenjot oleh Kementerian Sosial. Kali ini, fokusnya bergeser ke tahap rehabilitasi yang lebih konkret. Setelah memberikan santunan untuk korban meninggal dan luka berat, kini giliran bantuan untuk membangun kembali kehidupan warga yang porak-poranda.

Bekerja sama dengan PT Pos Indonesia, Kemensos mulai menyalurkan berbagai bantuan adaptif. Bantuan itu mencakup isian hunian, stimulan sosial ekonomi, dan jaminan hidup untuk kebutuhan sehari-hari.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf, atau yang akrab disapa Gus Ipul, memberikan penjelasan mengenai hal ini.

"Sekarang kita sedang berproses penyaluran untuk bantuan isian hunian dan bantuan stimulan sosial ekonomi. Dimana untuk isian hunian itu sebesar Rp3 juta (per keluarga), untuk BSSE itu sebesar Rp5 juta (per keluarga)," ujarnya dalam keterangan pers Jumat (6/3/2026).

Pernyataan itu disampaikan usai pertemuannya dengan Plt. Direktur Utama PT. POS Indonesia, Haris, di Jakarta sehari sebelumnya.

Angkanya cukup besar. Berdasarkan data final dari Kemendagri, ada 67.886 keluarga penerima manfaat yang telah terverifikasi untuk dua jenis bantuan tersebut. Total anggaran yang dibutuhkan melonjak hingga lebih dari Rp543 miliar. Proses verifikasinya sendiri cukup ketat, dimulai dari data BNPB, lalu ditetapkan oleh kepala daerah, dan diverifikasi oleh Mendagri sebelum akhirnya disalurkan.

"Dalam proses penyaluran ini, kami menugaskan PT POS Indonesia," jelas Gus Ipul.

Di sisi lain, bantuan jaminan hidup (Jadup) juga mengalir. Nilainya Rp450 ribu per orang per bulan, diberikan selama tiga bulan. Untuk program ini, data penerima yang sudah fix mencapai 248.588 orang dengan anggaran sekitar Rp335 miliar lebih.

Tahap pertama penyaluran sudah berjalan. PT Pos menargetkan 38.070 keluarga untuk bantuan hunian dan stimulan, serta 143.496 orang untuk Jadup di ketiga provinsi itu.

"Inilah kira-kira gambarannya," kata Mensos. "Penyaluran ini diharapkan bisa cepat tapi juga tepat sasaran, prudent, penuh kehati-hatian. Untuk itu kita terima kasih kepada pemerintah daerah yang telah mengirim data dengan baik."

Dari sisi eksekutor, Haris dari PT Pos Indonesia memberikan laporan perkembangan yang cukup menggembirakan. Hingga Kamis lalu, lebih dari 26 persen atau sekitar 17 ribu keluarga sudah menerima bantuan isian hunian dan BSSE. Mereka optimis bisa menyelesaikan semuanya sebelum Lebaran.

"Dari 67 ribu keluarga penerima manfaat, kami targetkan Tanggal 15 nanti sudah selesai semuanya. Sehingga kita harapkan sebelum lebaran, semua saudara-saudara kita sudah menerima haknya," tegas Haris.

Untuk bantuan Jadup, penyaluran akan segera menyusul. Haris memastikan jaringan kantor pos yang luas akan mempermudah proses. Bahkan, bagi penerima yang mungkin sedang mudik atau tidak berada di rumah, ada solusi fleksibel.

"Cukup menghubungi atau datang ke Kantor Pos kami, nanti teman-teman saya di Kantor Pos akan mengontak kami dari Satgas Pusat. Bisa juga kita bayarkan di tempat dia melakukan silaturahmi Idul Fitri," imbuhnya.

Secara teknis, penyaluran akan dilakukan melalui tiga metode: pembayaran di kantor pos, di titik komunitas seperti balai desa, atau diantarkan langsung ke rumah khususnya bagi lansia dan yang sedang sakit. Jaringan 454 kantor pos di tiga provinsi akan dikerahkan untuk memastikan bantuan sampai.

Pertemuan koordinasi itu juga dihadiri sejumlah pejabat lain, seperti Sekjen Kemensos Robben Rico dan Dirjen Pemberdayaan Sosial Mira Riyati Kurniasih, serta perwakilan dari PT Pos Indonesia.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar