Rabu (21/1/2026) ini, para pemegang saham PT Roda Vivatex Tbk (RDTX) mendapat kabar baik. Perusahaan itu akhirnya mencairkan dividen interim untuk tahun buku 2025. Nilainya tak main-main, mencapai Rp53,76 miliar atau setara dengan Rp200 untuk setiap lembar saham.
Keputusan pembagian bagi hasil ini diambil lewat sirkuler direksi. Intinya, Dewan Komisaris sudah memberi lampu hijau untuk usulan tersebut.
"Direksi sepakat memutuskan dividen interim tahun buku 2025 sebesar Rp200 per saham atau seluruhnya berjumlah Rp53,76 miliar," ujar Direktur Utama Roda Vivatex, Wiriady Widjaja, dalam keterbukaan informasi ke BEI.
Bagaimana dengan pergerakan sahamnya? Pagi tadi, RDTX dibuka datar di Rp17.200. Tapi nampaknya sentimen positif ini merambat. Menjelang siang, tepatnya pukul 13.05 WIB, sahamnya merangkak naik 0,44% ke level Rp17.275.
Kalau dilihat dari kinerja keuangannya, pembagian ini cukup masuk akal. Hingga akhir September 2025, perseroan mencatat laba bersih Rp266 miliar. Artinya, dividend payout ratio (DPR) yang mereka ambil berada di kisaran 20 persen. Sebagian laba dibagikan, sebagian lagi tentu dipertahankan untuk pengembangan usaha.
Perjalanan bisnis Roda Vivatex sendiri cukup menarik. Awalnya, mereka berkecimpung di industri tekstil. Namun, pada 2002, perusahaan mulai melirik sektor properti dengan menyewakan gedung. Transformasi itu berlanjut hingga akhirnya pabrik tekstilnya ditutup total dua belas tahun kemudian, tepatnya di 2014.
Ekspansi di properti pun terus berjalan. Lewat anak usahanya, mereka membangun Gedung Bank Danamon di tahun 2002. Lima tahun berselang, Menara Standard Chartered pun berdiri. Kini, portofolio mereka mencakup empat gedung perkantoran lainnya: Menara Mandiri Inhealth (dulu Bank Danamon), Menara RDTX Square (eks Standard Chartered), Menara PHE, dan terakhir Menara RDTX Place.
Artikel Terkait
Hutama Karya Raup Laba Rp464 Miliar di Kuartal I-2026, Tembus 172 Persen Target
PT Sinar Terang Mandiri Tbk Bagikan Dividen Rp60,23 Miliar, Setara Rp14,75 per Saham
Indonet Tunjuk Donauly Elena Situmorang sebagai Direktur Utama, Gantikan Andrew Rigoli
IHSG Anjlok 6,6% dalam Sepekan, Saham Logistik Baru IPO Justru Melonjak 94%