Empat bintang yang menghiasi seragam tim nasional Uruguay di Piala Dunia 2026 kembali menjadi perbincangan hangat di kalangan penggemar sepak bola. Pasalnya, negara berpenduduk sekitar 3,5 juta jiwa itu tercatat hanya dua kali menjadi juara dunia, yakni pada edisi 1930 dan 1950. Namun, keputusan untuk menampilkan empat bintang di dada para pemain bukanlah sekadar klaim tanpa dasar. Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) secara resmi telah mengakui simbol tersebut melalui pertimbangan sejarah yang panjang.
Uruguay akan memulai petualangan mereka di fase grup dengan menghadapi Arab Saudi, disusul laga melawan Cape Verde pada 21 Juni dan Spanyol pada 27 Juni. Di setiap pertandingan, lambang dengan empat bintang di seragam La Celeste dipastikan akan terus menjadi sorotan dan memicu rasa penasaran publik. Pertanyaan mendasar yang kerap muncul adalah dari mana datangnya dua bintang tambahan itu.
Secara faktual, dua gelar Piala Dunia pertama Uruguay diraih pada 1930 setelah mengalahkan Argentina di final, dan pada 1950 melalui kemenangan dramatis atas Brasil di Maracanã sebuah pertandingan yang dikenang sebagai “Maracanazo.” Kedua gelar tersebut tercatat sah dalam arsip FIFA. Namun, dua bintang lainnya berasal dari ajang yang lebih tua: Olimpiade Paris 1924 dan Olimpiade Amsterdam 1928.
Pada masa itu, turnamen sepak bola Olimpiade dianggap sebagai kejuaraan dunia karena FIFA belum menyelenggarakan Piala Dunia. Uruguay memandang dua gelar Olimpiade tersebut setara dengan status juara dunia, dan klaim ini menjadi dasar pencantuman dua bintang tambahan di atas lambang federasi sepak bola mereka. Langkah ini secara simbolis menempatkan Uruguay sejajar dengan negara-negara elite sepak bola, bahkan unggul dari rival regional seperti Argentina serta negara kuat Eropa seperti Prancis dan Spanyol dalam hal jumlah bintang.
Tradisi penggunaan bintang di jersey tim nasional sebenarnya bermula pada 1974. Brasil menjadi pelopor dengan memasang bintang untuk menandai tiga gelar juara Jules Rimet, trofi pendahulu Piala Dunia modern. Seiring waktu, Brasil menambah dua bintang lagi dari Piala Dunia 1994 dan 2002, menjadikan mereka tim tersukses dengan lima bintang. Uruguay kemudian menyusul dengan mencantumkan empat bintang di crest sejak 1991.
Namun, perjalanan simbol ini tidak sepenuhnya mulus. Sempat muncul polemik ketika FIFA meminta produsen perlengkapan Uruguay, Puma, untuk menghapus empat bintang tersebut. Permintaan itu muncul sekitar 30 tahun setelah simbol tersebut mulai digunakan. Menghadapi tekanan itu, Uruguay menyodorkan dokumen sejarah dan pengakuan FIFA atas status Olimpiade 1924 dan 1928 sebagai kejuaraan dunia. Bukti tersebut akhirnya diterima oleh badan sepak bola dunia.
Keputusan final FIFA mengizinkan Uruguay mempertahankan empat bintang itu hingga kini. Simbol tersebut secara resmi mewakili empat gelar dunia yang diakui dalam konteks sejarah sepak bola internasional. Dengan demikian, empat bintang di dada Uruguay bukan sekadar hiasan. Simbol itu menegaskan posisi negara tersebut sebagai salah satu fondasi awal sepak bola dunia yang memiliki peran besar sebelum era Piala Dunia modern dimulai.
Artikel Terkait
Wakil Asia Belum Terkalahkan di Piala Dunia 2026, Enam Tim Catat Kemenangan dan Imbang
Vozinha, Kiper Berusia 40 Tahun, Jadi Bintang Usai Tahan Imbang Spanyol di Piala Dunia 2026
Iran vs Selandia Baru Imbang 2-2 di Laga Perdana Grup G Piala Dunia 2026
Belgia Tertolong Gol Bunuh Diri, Imbang 1-1 Lawan Mesir di Laga Perdana Piala Dunia 2026