VKTR Dukung Pengolahan Sampah Jadi Energi dengan Truk Listrik

- Jumat, 27 Februari 2026 | 21:00 WIB
VKTR Dukung Pengolahan Sampah Jadi Energi dengan Truk Listrik

VKTR Teknologi Mobilitas, produsen kendaraan listrik ternama di Indonesia, kembali menunjukkan komitmennya. Kali ini, mereka mengarahkan pandangan pada sektor pengolahan sampah. Perusahaan ini menyatakan dukungan penuh untuk pengembangan bisnis waste-to-energy (WTE) atau pengolahan sampah jadi energi di dalam negeri.

Dukungan itu diwujudkan dengan cara yang cukup konkret: menyediakan truk listrik untuk mendistribusikan pelet biomassa. Pelet ini sendiri merupakan hasil olahan dari limbah yang telah diproses. Jadi, ini bukan sekadar menambah varian produk belaka. Lebih dari itu, langkah ini dianggap sebagai bagian dari komitmen besar VKTR untuk menghadirkan solusi mobilitas yang berkelanjutan dan berbasis teknologi.

Chief Executive Officer VKTR, Ardiansyah Bakrie, menjelaskan lebih jauh soal strategi perusahaan.

"Sebagai produsen kendaraan listrik berbasis baterai, transformasi adalah kunci. Kami melakukannya lewat penguatan ekosistem TKDN yang terintegrasi," ujarnya dalam sebuah keterangan resmi, Jumat lalu.

Menurut Ardiansyah, upaya mereka tidak berhenti di situ. Posisi sebagai pemasok utama bus listrik untuk Transjakarta terus diperkuat. Targetnya jelas: mempertahankan kepemimpinan pasar sekaligus mendorong brand nasional agar bisa bersaing di kancah global. Semua ini tentu didukung fasilitas produksi yang mumpuni, kemitraan dengan merek dunia, serta pengalaman puluhan tahun anak usahanya di industri manufaktur.

Nah, bicara soal pencapaian, VKTR terlihat cukup percaya diri. Pertumbuhan penjualan kendaraan listrik komersial mereka dari tahun ke tahun disebut sebagai bukti nyata. Perusahaan ini merasa punya peran kuat dalam mendorong adopsi kendaraan listrik di Indonesia.

Perjalanannya pun terlihat konsisten. Mulai dari fase perintis perakitan kendaraan dengan sistem CKD, lalu berhasil mencapai TKDN di atas 40%, hingga melakukan ekspansi portofolio untuk bus dan truk listrik. Semua milestone itu menunjukkan akselerasi kinerja, baik secara operasional maupun finansial. Mereka sedang bertransformasi menuju kendaraan komersial nasional yang berdaya saing.

"Pertumbuhan kami dari tahun ke tahun bukan cuma angka bisnis biasa. Ini bukti bahwa transformasi menuju kendaraan komersial listrik di Indonesia benar-benar terjadi. Dan kami berada di garis terdepan," tegas Ardiansyah.

Dia juga menegaskan bahwa VKTR tidak hanya ikut arus. Klaimnya, perusahaan ini berkomitmen untuk memimpin pasar. Ke depan, target kinerja mereka sudah jelas: menjadi champion di industri EV lokal dan menjadikan kendaraan komersial listrik sebagai tulang punggung transportasi nasional yang berkelanjutan.

"Demi masa depan mobilitas yang lebih bersih," tambahnya.

Lalu, bagaimana performa keuangannya? Sepanjang 2025, VKTR mencatat pertumbuhan pendapatan sebesar 8,5% secara tahunan. Angkanya naik dari Rp1.004 miliar di 2024 menjadi Rp1.089 miliar di 2025. Ardiansyah menyebut, pertumbuhan ini mencerminkan akselerasi penjualan kendaraan listrik seiring peningkatan realisasi pengiriman. Kontribusi dari segmen manufaktur suku cadang juga relatif stabil.

Yang menarik, laba kotor mereka tumbuh lebih tinggi, yaitu 10,4% menjadi Rp197 miliar di 2025. Peningkatan ini didorong oleh perbaikan harga di segmen kendaraan listrik yang akhirnya memperkuat margin laba kotor secara keseluruhan.

Dari sisi kekayaan perusahaan, total asetnya tumbuh 11,8% menjadi Rp1.798 miliar. Peningkatan ini terutama didorong oleh kenaikan uang muka dari proyek penjualan kendaraan listrik yang belum diakui sebagai pendapatan, ditambah penambahan aset tetap. Di sisi lain, liabilitas atau kewajiban juga meningkat 22,2% menjadi Rp553 miliar, sejalan dengan penambahan pinjaman untuk modal kerja guna mendukung pertumbuhan bisnis.

Semua momentum positif di tahun 2025 ini, baik dari angka keuangan maupun pencapaian bisnis, diyakini sebagai bukti. Upaya VKTR dalam mendorong adopsi kendaraan listrik di berbagai sektor industri ternyata membuahkan hasil.

"Artinya, langkah ini tidak hanya mengantarkan VKTR ke lini depan dekarbonisasi kendaraan komersial, tapi juga ke tahap pertumbuhan yang berkelanjutan untuk masa-masa mendatang," pungkas Ardiansyah menutup penjelasannya.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar