IHSG buka pagi ini dengan catatan positif. Tepat di awal perdagangan Kamis (16/4/2026), Indeks Harga Saham Gabungan langsung melesat 0,52 persen, mengawali hari di level 7.663,34. Penguatan itu tak berhenti di situ. Hanya dalam hitungan menit, indeks acuan Bursa Efek Indonesia itu terus merangkak naik, bahkan mencatat kenaikan 0,82 persen ke posisi 7.686.
Suasana pasar terlihat cukup hangat. Dari sekian banyak saham yang diperdagangkan, 365 di antaranya berhasil menguat. Di sisi lain, ada 141 saham yang justru melemah, sementara 453 lainnya cenderung datar atau stagnan. Transaksi awal pun cukup cair, dengan nilai yang menyentuh angka Rp1,0 triliun dan volume perdagangan mencapai 2,4 miliar lembar saham.
Tak cuma IHSG, indeks-indeks lainnya juga ikut merasakan hembusan angin segar. Indeks LQ45 naik 0,733 persen ke 765. Indeks JII melonjak lebih tinggi, 1,08 persen ke level 538. Indeks MNC36 dan IDX30 juga tak mau ketinggalan, masing-masing menguat 0,78 persen ke 319 dan 0,79 persen ke 406.
Kalau dilihat dari sektornya, hampir semua berpesta. Energi, konsumer non-siklikal, properti, infrastruktur, hingga teknologi dan kesehatan semuanya kompak di zona hijau. Namun begitu, ada satu sektor yang justru terlihat lesu: keuangan. Sektor ini menjadi satu-satunya yang tercatat melemah di tengah euforia penguatan yang meluas.
Lalu, saham-saham apa saja yang jadi bintang hari ini? Posisi puncak gainers diduduki oleh PT Danasupra Erapacific Tbk (DEFI), disusul oleh PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA), dan PT Bank Raya Indonesia Tbk (AGRO).
Sebaliknya, di daftar losers, nama-nama seperti PT Prasidha Aneka Niaga Tbk (PSDN), PT Nippon Indosari Corpindo Tbk (ROTI), dan PT Caturkarda Depo Bangunan Tbk (DEPO) tercatat mengalami tekanan jual yang cukup signifikan.
Artikel Terkait
PTPP Rampungkan Struktur Utama Gedung RS Jantung Internasional Harapan Kita
IHSG Ditutup Melemah Tipis 0,03%, Saham DEFI dan KRYA Melonjak di Atas 34%
Petrosea Lepas 99,995% Saham KMS ke Singaraja Putra Senilai Rp1,73 Triliun
UNTR Setujui Dividen Final Rp1.096 per Saham, Laba 2025 Turun