Di Rumah Dinas Gubernur Jambi, Rabu lalu, Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto hadir dalam Musrenbang RKPD provinsi setempat. Ia punya pesan penting untuk para pemimpin daerah: jangan sia-siakan peluang dari Program Strategis Nasional (PSN). Menurutnya, program-program pusat itu justru bisa jadi pengungkit utama pertumbuhan ekonomi di daerah, asalkan ditangani dengan benar.
"Program strategis nasional adalah pengungkit kemajuan di daerah," tegas Bima dalam keterangannya keesokan harinya, Kamis (16/4/2026).
Ia melanjutkan, "Dengan catatan kepala daerah menjemput bola, mengawal, dan mengambil inisiatif."
Intinya, program nasional jangan dianggap beban. Justru harus dioptimalkan agar dampaknya benar-benar terasa, mulai dari menggerakkan perekonomian hingga meningkatkan kesejahteraan warga. Pemerintah pusat sendiri terus mendorong beragam program prioritas, mencakup layanan dasar sampai penguatan ekonomi. Semua itu punya efek berantai yang besar, kalau saja dikelola dengan optimal oleh pemerintah daerah.
Namun begitu, Bima juga mengingatkan soal tantangan global. Dinamika geopolitik dunia yang kerap tak menentu harus disikapi sebagai peluang untuk bertransformasi. Pola kerja lama harus diubah; jadi lebih efektif dan lincah menangkap peluang.
"Di sinilah kualitas leadership kepala daerah diuji," tegasnya. "Apakah mampu melihat peluang atau justru merasa terbebani."
Di sisi lain, ia melihat Jambi punya potensi yang menjanjikan. Sektor perkebunan, seperti kelapa, disebutnya punya peluang besar. Kuncinya ada di hilirisasi dan peningkatan nilai tambah. Dengan menggarap itu semua, provinsi ini bisa naik kelas.
Pada akhirnya, Bima berharap kolaborasi yang solid dan optimalisasi potensi bisa membuat Jambi jadi contoh. Contoh bagi daerah lain dalam memanfaatkan program prioritas nasional untuk mendongkrak kemajuan lokal.
Musrenbang yang mengusung tema akselerasi produktivitas investasi dan hilirisasi itu sendiri dihadiri langsung oleh Gubernur Jambi Al Haris dan Wakil Gubernur Abdullah Sani, beserta jajaran pemda setempat.
Artikel Terkait
Repsol Gelar Touring Eksplorasi ke Situs Prasejarah Leang-Leang dan Taman Nasional Bantimurung
Rano Karno Tinjau Kebakaran Kemayoran, 679 Jiwa Terdampak dan 304 Bangunan Ludes
Polemik Nafkah Ruben Onsu ke Sarwendah: Nafkah Dihentikan Gegara Akses ke Anak Dipersulit?
Rusia Hujani Ukraina dengan 600 Drone dan 73 Rudal, 11 Tewas di Kyiv dan Dnipro