Jumat pagi (27/2/2026), pasar saham langsung diramaikan oleh lonjakan tajam saham Netflix. Sahamnya naik lebih dari 9% dalam perdagangan prapasar. Apa penyebabnya? Ternyata, raksasa streaming itu memutuskan untuk mundur dari perang penawaran memperebutkan Warner Bros Discovery. Keputusan itu justru disambut hangat oleh para investor.
Di sisi lain, saham Paramount justru meroket sekitar 10%. Mereka lah yang akhirnya memenangkan perebutan sejumlah aset televisi dan film paling bernilai itu. Jadi, perang berbulan-bulan yang melelahkan itu akhirnya menemukan pemenangnya.
Tapi, ceritanya belum selesai. Perhatian kini beralih ke pengawasan antimonopoli yang ketat. Potensi penggabungan Paramount dan Warner Bros ini akan diawasi dengan ketat di AS dan Eropa, termasuk penyelidikan aktif yang sedang berjalan di California. Sementara itu, saham Warner Bros sendiri tercatat turun tipis.
Paramount Skydance memang gigih. Mereka bahkan meluncurkan kampanye yang agresif untuk merebut Warner Bros dari incaran Netflix. Usaha mereka membuahkan hasil pekan lalu, dengan membawa Warner Bros kembali ke meja perundingan. Tawaran revisi mereka sebesar USD31 per saham, jelas mengalahkan tawaran Netflix yang hanya USD27,75.
Netflix pun angkat tangan. Perusahaan menyatakan harga yang diperlukan untuk tetap bertahan dalam persaingan sudah melampaui batas yang masuk akal bagi mereka.
Kepada Reuters, mereka mengonfirmasi penarikan diri ini.
“Kami selalu disiplin, kesepakatan ini sudah tidak lagi menarik secara finansial,” ujar Netflix.
Menurut Matt Britzman, analis ekuitas senior di Hargreaves Lansdown, sejak awal penawaran ini terlihat sebagai kombinasi strategi ofensif dan defensif. Memperkuat konten dan skala bisnis, sekaligus mencegah pesaing mendapatkan keunggulan. “Tapi harganya memang sangat mahal,” katanya.
"Untuk saat ini, pasar tampaknya menilai ini sebagai kemenangan bagi semua pihak," tambah Britzman.
Dalam perebutan sengit ini, konsorsium Paramount yang didukung miliarder Larry Ellison dan dipimpin putranya, David Ellison, tak main-main. Mereka menaikkan biaya pembatalan menjadi USD7 miliar dan memperluas komitmen pendanaan, termasuk suntikan dana ekuitas sebesar USD45,7 miliar.
Lalu bagaimana dengan hambatan regulasi? Analis Morningstar punya pandangan. Mereka menulis bahwa Paramount dinilai memiliki hubungan yang cukup baik dengan pemerintahan saat ini untuk meredakan kekhawatiran. Selain itu, Departemen Kehakiman AS dianggap telah menciptakan preseden dengan mengabaikan penggabungan studio besar saat Disney membeli Fox.
Jadi, meski Netflix mundur, pertarungan sesungguhnya mungkin baru akan dimulai di meja regulator.
Artikel Terkait
Pemerintah dan Rusia Bahas Rencana Pembangunan Gudang Penyimpanan Minyak di Sumatera
Matahari Department Store Bagikan Dividen Rp556 Miliar, Yield Capai 13%
Kawasan Golf Bandar Kemayoran Berbenah Jadi Kemayoran Indah Golf
PTPP Rampungkan Struktur Utama Gedung RS Jantung Internasional Harapan Kita