HKI: KEK di Pulau Jawa Jadi Instrumen Strategis Percepat Target Pertumbuhan Ekonomi 8%

- Jumat, 24 April 2026 | 06:15 WIB
HKI: KEK di Pulau Jawa Jadi Instrumen Strategis Percepat Target Pertumbuhan Ekonomi 8%

Bisnis.com, JAKARTA Pulau Jawa, lagi-lagi, jadi primadona. Soal pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), wilayah ini memang sulit ditandingi. Peran strategisnya dalam mendorong investasi dan pertumbuhan industri nasional masih jadi andalan.

Meski pemerintah terus mendorong pemerataan pembangunan ke luar Jawa, faktanya kawasan di Pulau Jawa tetap punya keunggulan komparatif yang susah dicari duplikatnya. Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI) bilang, kesiapan infrastruktur, kedekatan dengan pasar, dan ekosistem industri yang sudah matang bikin wilayah ini jadi semacam katalis utama. Akselerasi realisasi investasi? Ya, di sinilah tempatnya.

Ketua Umum HKI, Akhmad Ma'ruf Maulana, punya pandangan sendiri. Menurut dia, Pulau Jawa masih jadi tulang punggung perekonomian nasional. Kontribusinya terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) itu signifikan, gak main-main. Nah, soal target pertumbuhan 8% yang dikejar, dia bilang perlu langkah yang terukur dan cepat dampaknya.

"KEK di Pulau Jawa dapat menjadi instrumen strategis untuk menjawab kebutuhan tersebut," ujar Akhmad dalam keterangannya, Kamis (23/4/2026).

Dia kemudian menjelaskan, pengembangan KEK di Jawa gak cuma soal ekspansi industri konvensional. Lebih dari itu, ada transformasi menuju industri bernilai tambah tinggi. HKI sendiri melihat peluang besar di sektor industri berbasis teknologi tinggi. Termasuk juga sektor spesifik yang punya keunggulan kompetitif salah satunya industri halal.

"Dengan pendekatan tersebut, KEK di Jawa tidak hanya menjadi pusat produksi, tetapi juga berkembang sebagai pusat inovasi dan pertumbuhan ekonomi baru," kata Akhmad lagi.

Di sisi lain, HKI juga menekankan pentingnya integrasi kawasan dengan infrastruktur modern. Tujuannya jelas: ningkatin efisiensi rantai pasok nasional. Karena itu, HKI mendorong pemerintah untuk terus membuka ruang pengembangan KEK di Pulau Jawa. Tapi ya, harus selektif dan strategis. Jangan sampai agenda pemerataan pembangunan antarwilayah jadi terabaikan.

"Sinergi antara pemerintah, pelaku industri, dan pengelola kawasan menjadi kunci utama agar KEK dapat memberikan kontribusi optimal terhadap pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif dan berkelanjutan," imbuhnya.

Ngomong-ngomong soal geopolitik, menurut Akhmad, perubahan lanskap global justru membuka peluang baru buat Indonesia. HKI melihat ada peningkatan minat investor termasuk dari Timur Tengah yang sekarang makin selektif milih lokasi investasi. Mereka gak asal comot.

Investor sekarang, kata Akhmad, perhatiannya besar banget sama ketersediaan insentif yang kompetitif. Kepastian regulasi juga. Ditambah fleksibilitas dalam menentukan lokasi investasi sebagai bagian dari strategi diversifikasi rantai pasok mereka.

Pada akhirnya, diversifikasi pengembangan KEK baik di Pulau Jawa maupun di luar bakal memperkuat daya tarik Indonesia sebagai destinasi investasi global. Lebih kompetitif, lebih menarik. Sekaligus, investor punya opsi lebih luas sesuai kebutuhan bisnis dan rantai pasok mereka. Ya, semoga saja.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar