Gotong Royong Warga dan Donasi Perantau Pacu Pemulihan Pasca Bencana di Pidie Jaya

- Jumat, 03 April 2026 | 17:55 WIB
Gotong Royong Warga dan Donasi Perantau Pacu Pemulihan Pasca Bencana di Pidie Jaya

Kabut tipis masih menyelimuti pagi di Dusun Pante Geulima, tapi itu tak menyurutkan langkah warga. Mereka sudah berkumpul, cangkul dan sekop di tangan, siap melanjutkan kerja bakti besar-besaran. Pasca bencana, Desa Meunasah Lhok di Pidie Jaya ini memang masih berjuang. Namun, yang paling mencolok justru semangat kebersamaan yang mengeras jadi tenaga utama pemulihan.

Upaya gotong royong ini bukan sekadar gerakan spontan. Ia menjadi fondasi penting, kunci untuk memasuki fase rehabilitasi yang lebih berat. Fase itu sendiri sedang digenjot oleh Satgas PRR Pascabencana Sumatera. Tapi, menurut sejumlah warga, semua rencana itu akan percuma tanpa aksi nyata di lapangan.

Dukungan ternyata mengalir dari mana-mana. Tak cuma dari tetangga sebelah rumah, tapi juga dari saudara-saudara mereka yang merantau. Mereka menyumbang dana dari jauh, ikut membantu menyewa truk dan alat berat. Sinergi semacam ini, kata Ahlul Fikri salah seorang warga, adalah kekuatan sebenarnya.

"Alhamdulillah, saat ini ada dua bentuk dukungan yang berjalan bersamaan. Pertama dari pemerintah melalui program kerja bakti, dan kedua dari donasi teman-teman perantauan yang ikut membantu, termasuk untuk penyewaan armada pengangkutan,"

Ujarnya lewat keterangan tertulis, Jumat lalu.

"Yang terpenting bagi kami adalah kebersamaan. Dengan dukungan semua pihak, kami yakin Pante Geulima bisa bangkit dan pulih seperti sedia kala,"

tambah Fikri.

Kolaborasi itu benar-benar terwujud Kamis kemarin. Masyarakat dan pemerintah lewat BPBD bahu-membahu dalam program kerja bakti. Partisipasi aktif warga ini, jujur saja, adalah bukti nyata betapa kuat keinginan mereka untuk segera bangkit. Inisiatif untuk memulihkan desa memang datang dari dalam sanubari.

Nah, yang menarik, program ini punya dampak ganda. Selain lingkungan yang bersih lebih cepat, ada manfaat ekonomi yang langsung dirasakan. Setiap pekerja dapat upah harian. Uang itu, di tengah kondisi serba sulit, sangat berarti untuk memenuhi kebutuhan pokok keluarga.

Halimah, salah satu ibu rumah tangga yang terlibat, mengaku lega. Ia dan warga lain tak hanya membersihkan puing, tapi juga fasilitas umum seperti musala dan sanitasi lingkungan.

"Alhamdulillah sangat terbantu. Selain bisa ikut membersihkan, kami juga mendapat penghasilan untuk kebutuhan sehari-hari dan anak-anak yang masih sekolah,"

katanya. Harapannya sederhana: kegiatan seperti ini bisa terus berjalan agar lebih banyak lagi warga yang terbantu.

Saat ini, puluhan warga terlibat dengan sistem bergilir. Cara ini adil, memberi kesempatan kerja yang merata sekaligus menjaga ritme. Dengan kolaborasi yang terjalin erat antara warga, pemerintah, dan donatur optimisme itu nyata terasa. Mereka yakin pemulihan akan lebih cepat. Semangat kebersamaan itulah modal utama untuk mengembalikan Pante Geulima jadi rumah yang nyaman dan layak huni.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar