Senin lalu (2/2), suasana di Rumah Sakit Maranatha, Kabupaten Bandung, tampak berbeda. Puluhan orang menunggu dengan harap. Mereka adalah pasien yang akan menjalani operasi katarak gratis, sebuah program bakti sosial yang digelar PT Sido Muncul. Menariknya, tahun ini perusahaan jamu dan farmasi itu genap berusia 75 tahun, dan kegiatan ini menjadi pembuka aksi sosial mereka di 2026.
Targetnya ambisius: 200 pasien. Untuk mewujudkannya, Sido Muncul lewat produk andalannya, Tolak Angin, menggandeng PERDAMI Pusat dan tentu saja, RS Maranatha sebagai tuan rumah. Penyerahan bantuan simbolis dilakukan langsung oleh Direktur Sido Muncul, Dr. (H.C.) Irwan Hidayat, di hadapan sejumlah pejabat terkait.
Irwan Hidayat menegaskan, ini adalah operasi katarak pertama mereka tahun ini. Pemilihan Bandung bukan tanpa alasan.
“Di sini sudah ada laporan pasien yang terkumpul dan ada rumah sakit untuk bekerja sama. Kalau tidak ada rumah sakit, kami juga tidak bisa,”
Katanya lugas. Ia menyoroti sebuah realitas yang memprihatinkan: angka penderita katarak di Indonesia terus merangkak naik sekitar satu persen atau 280 ribu orang tiap tahunnya.
“Ini pekerjaan yang tidak akan selesai,” ujarnya. “Pemerintah sudah masuk lewat BPJS, kami masuk di sela-sela itu.”
Di sisi lain, dukungan dari mitra pelaksana sangat kuat. Direktur Utama RS Maranatha, dr. Ferdinan Sutejo, menyambut baik kolaborasi ini.
“Rumah Sakit Maranatha sebagai tuan rumah mengucapkan terima kasih kepada Sido Muncul dan pemerintah daerah,” jelasnya. “Kami menyiapkan ruang operasi, poli khusus, bahkan sepuluh dokter spesialis mata. Dua di antaranya standby untuk antisipasi masalah pascaoperasi.”
Apresiasi juga datang dari Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung, Yuli Irnawati. Menurutnya, inisiatif seperti ini sangat membantu mempercepat pelayanan. Ia berharap, dengan penglihatan yang pulih, masyarakat bisa tetap produktif di usia senja.
Data dari PERDAMI menguatkan urgensi program semacam ini. dr. Rizal A. Fanany dari DPBK PERDAMI Pusat memaparkan angka yang cukup mencengangkan.
“Angka kebutaan di Indonesia mencapai 3 persen, dan 81 persen penyebabnya adalah katarak,” terang Rizal. “Artinya, dari 280 juta penduduk, sekitar 6,5 juta menderita katarak. Setiap tahunnya selalu ada tambahan penderita baru. Kami tentu sangat berbahagia dengan kegiatan bakti sosial ini.”
Namun begitu, apresiasi paling menyentuh justru datang dari para penerima manfaat. Seperti Samdi (59), warga Bandung yang matanya berkabut selama enam bulan.
“Saya dapat info dari grup RW, daftar, dan alhamdulillah dapat,” ungkapnya semringah. “Sebelumnya seperti ada kabut, sekarang lebih jelas. Prosesnya cepat, cuma 15 menit. Terima kasih Sido Muncul, terima kasih rumah sakit.”
Raut bahagia Samdi mungkin adalah gambaran nyata dari dampak program yang telah berjalan sejak 2011 ini. Irwan Hidayat menyebut, total sudah 57 ribu mata yang tertolong. “Bukan pasang mata, ya,” selorohnya. “Selama itu kami selalu bekerja sama dengan PERDAMI.”
Komitmen Sido Muncul rupanya tak berhenti di katarak. Mereka juga punya serangkaian program CSR lain, dari operasi bibir sumbing hingga penanganan stunting. Tapi untuk hari itu, di RS Maranatha, fokusnya adalah mengusir kabut dari mata dua ratus orang, satu demi satu.
Artikel Terkait
Juru Parkir di Makassar Viral Minta Tarif Rp20.000, Polisi Amankan Pelaku
Akun Instagram Ahmad Dhani Diduga Diretas, Munculkan Promo Emas dan iPhone dengan Harga Tak Wajar
Mahfud MD: KPRP Rekomendasikan Kompolnas Jadi Lembaga Independen Pengawas Polri
Harga Emas Galeri24 Naik Rp10.000, UBS Justru Terkoreksi Rp13.000 per Gram