Indeks Pembangunan Manusia Sulawesi Utara Capai 76,32 pada 2025
Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mengumumkan capaian positif Indeks Pembangunan Manusia (IPM) daerah ini. IPM Sulut pada tahun 2025 tercatat sebesar 76,32 poin, menunjukkan peningkatan sebesar 0,64 poin dari angka 75,68 poin di tahun sebelumnya.
Kepala BPS Sulut, Aidil Adha, menjelaskan bahwa tren peningkatan ini konsisten. Dalam kurun waktu lima tahun dari 2020 hingga 2025, IPM Sulut rata-rata tumbuh sebesar 0,71 persen setiap tahunnya.
Semua Dimensi IPM Sulut Alami Peningkatan
Pertumbuhan IPM Sulut pada 2025 didorong oleh kemajuan di semua dimensi pembentuknya. Berikut adalah rincian peningkatan setiap dimensi:
1. Dimensi Kesehatan (Umur Harapan Hidup)
Umur Harapan Hidup (UHH) untuk bayi yang lahir pada 2025 mencapai 74,44 tahun. Angka ini meningkat 0,36 tahun dibandingkan dengan mereka yang lahir pada tahun sebelumnya.
2. Dimensi Pengetahuan (Pendidikan)
Pada dimensi ini, terdapat dua indikator utama yang membaik:
- Harapan Lama Sekolah (HLS): Penduduk umur 7 tahun pada 2025 memiliki HLS sebesar 12,98 tahun, naik 0,01 tahun dari tahun sebelumnya (12,97 tahun).
- Rata-rata Lama Sekolah (RLS): Penduduk umur 25 tahun ke atas memiliki RLS 9,91 tahun pada 2025, meningkat 0,07 tahun dari angka 9,84 tahun di tahun sebelumnya.
3. Dimensi Standar Hidup Layak
Dimensi ini diukur dari rata-rata pengeluaran riil per kapita yang disesuaikan. Pada tahun 2025, angka ini mengalami kenaikan sebesar Rp 452 ribu, atau tumbuh 3,77 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Kota Manado dan Tomohon Puncaki IPM Tertinggi di Sulut
Dari sisi capaian daerah, Kota Manado dan Kota Tomohon tercatat sebagai wilayah dengan IPM tertinggi di Sulawesi Utara. IPM Kota Manado berada di angka 82,40, sementara Kota Tomohon mencapai 80,65.
Pencapaian membanggakan juga ditorehkan oleh Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel). Daerah ini berhasil meningkatkan status pembangunan manusianya dari kategori "Sedang" menjadi "Tinggi" dengan capaian IPM 70,54 poin. Dengan demikian, tidak ada lagi daerah di Sulut yang berada dalam kategori IPM sedang.
Artikel Terkait
Kapolri Marah, Usut Tuntas Dugaan Aniaya Pelajar oleh Oknum Brimob di Maluku
Persib Kokoh di Puncak, Persija dan Borneo Membayang di Liga 1
Persib Kokohkan Puncak Klasemen Usai Kalahkan Persita 1-0
KAMMI Serahkan Hasil Panen Beras Sambas ke Mentan, Buktikan Peran Pemuda dalam Ketahanan Pangan