Pasar saham pagi ini diwarnai aksi beli yang cukup solid pada sektor minyak dan gas. Lonjakan harga minyak mentah dunia kemarin rupanya langsung direspons oleh investor di Bursa Efek Indonesia. Saham-saham emiten migas pada Kamis (19/2/2026) ini bergerak menguat, mengikuti sentimen global yang memanas.
Pukul 09.38 WIB, MEDC atau Medco Energi International jadi primadona. Sahamnya melesat 5,04 persen ke level Rp1.775 per unit. Bahkan pagi tadi, sempat sentuh all-time high di Rp1.835. Tak mau ketinggalan, saham ENRG (Energi Mega Persada) naik 4,55 persen ke Rp1.610. APEX (Apexindo Pratama Duta) juga ikut meroket, terkerek 5,31 persen ke Rp238.
Perlahan tapi pasti, saham-saham lain di sektor yang sama ikut merangkak. RUIS naik 3,73 persen, RATU 1,97 persen, dan AKRA 1,15 persen. Namun begitu, tidak semua bergerak positif. RAJA dan ELSA justru terlihat stagnan, bertahan di Rp5.100 dan Rp805 per unit.
Lalu, apa pemicunya? Semuanya berawal dari harga minyak yang meroket. Harga minyak mentah Brent masih bertahan di atas USD70 per barel pagi ini, sementara WTI AS bertengger di atas USD65. Ini sekaligus mempertahankan kenaikan spektakuler dari hari Rabu, yang disebut-sebut sebagai penguatan terbesar sejak akhir Oktober lalu. Bayangkan saja, Brent naik 4,35 persen dan WTI melesat lebih tinggi lagi, 4,59 persen.
Lonjakan tiba-tiba ini bukan tanpa sebab. Sentimen pasar diguncang kekhawatiran bahwa intervensi militer Amerika Serikat terhadap Iran semakin dekat. Situasinya memang tegang.
Mengutip Trading Economics, sejumlah laporan menyebut jika aksi militer benar-benar terjadi, operasinya bisa berlangsung selama beberapa pekan. Pemerintah Israel pun disebut mendorong hasil yang mengarah pada perubahan rezim di Iran.
Artikel Terkait
Menteri Keuangan Ubah Skema Pembiayaan Koperasi Desa, APBN Kini Tanggung Utang
Pemerintah Targetkan 400.000 Unit Bedah Rumah pada 2026
CDIA Resmikan Kapal Kimia Cair 9.000 DWT, Siap Layar 2026
PTBA Targetkan Reaktivasi Tambang Warisan Dunia Ombilin pada 2026