Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Bestari Barus, menilai kritik yang dilontarkan Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto, terhadap Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) hanya didasari oleh rasa kesumat pribadi. Pernyataan itu disampaikan Bestari sebagai respons atas kritik Hasto yang menyoroti rencana Jokowi untuk berkeliling ke sejumlah wilayah Indonesia dalam waktu dekat.
Menurut Bestari, seharusnya Hasto lebih fokus mengoordinasikan persoalan pemerintahan kepada para kader PDIP yang duduk di eksekutif maupun legislatif. Ia menilai kritik yang disampaikan Hasto tidak memiliki korelasi yang jelas dengan PSI. “Saya kira Hasto sebaiknya mengkoordinasikan hal-hal yang terkait berpemerintahan ini kepada kader-kader dia yang di eksekutif maupun di legislatif. Masa mesti PSI menanggapi Hasto, nggak ada korelasi gitu. Cuma dialah yang tahu apa yang dia omongkan,” ujar Bestari saat dihubungi pada Selasa (2/6/2026).
Bestari juga mengingatkan agar Hasto tidak terlalu larut dalam menyimpan dendam politik, terutama mengingat Jokowi pernah menjadi bagian dari PDIP. “Saya kira kalau ini terkait dengan masa lalu Pak Jokowi pernah berada di partainya, dia ya sudah lah nggak usah terlalu dalam menyimpan kesumat gitu loh. Sudah dewasa, lebih dewasa berpartai. Tatalah partaimu, biar orang menata partai orang,” imbuhnya.
Di sisi lain, Bestari menepis kritik Hasto yang mengaitkan kondisi fiskal di pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka dengan warisan kepemimpinan Jokowi. Ia menegaskan bahwa sepuluh tahun masa pemerintahan Jokowi sebagai presiden berjalan mulus. “Pak Jokowi landing mulus. Yang ndak mulus itu perasaan PDIP terhadap Pak Jokowi. Tolong itu digarisbawahi. Pak Jokowi dalam memimpin selama 10 tahun itu landing mulus, yang tidak mulus itu perasaan PDIP saja terhadap Pak Jokowi,” tuturnya.
Bestari meyakini bahwa pemerintahan Prabowo-Gibran akan berjalan sesuai dengan kepentingan rakyat. Ia menilai kritik yang terus dilontarkan PDIP terhadap Jokowi lebih disebabkan oleh rasa sakit hati yang tak kunjung reda. “Pemerintahan itu seyogianya memang berkelanjutan dan kita meyakini bahwa Pak Prabowo kuat dan akan bekerja sesuai kehendak rakyat dan akan menjadi orang yang bisa menyelesaikan persoalan bangsa ini. Seperti itu keyakinan kita,” kata dia.
“Karena keinginannya atau apa yang menjadi hasrat itu tidak terpenuhi, kemudian sampai kapanpun rasa sakit itu terpelihara. Seharusnya yuk move on dan lebih dewasa dalam bernegara bangsa ini,” imbuhnya.
Sementara itu, mengenai rencana Jokowi berkeliling ke sejumlah wilayah Indonesia, Bestari menegaskan bahwa agenda tersebut murni karena undangan dari masyarakat. Ia berharap setiap pertemuan yang dilakukan Jokowi dapat membawa manfaat, bukan justru menjadi ajang untuk mengejek atau mendiskreditkan pemerintah. “Yang paling penting bahwa setiap pertemuan itu membawa kemanfaatan bagi masyarakat. Tidak kemudian pertemuan-pertemuan yang kemudian mengejek ataupun mendiskreditkan pemerintah, tidak. Justru Pak Jokowi kita menitip kepada Pak Jokowi agar bisa sekalian menyatakan bahwa yuk mari kita dukung pemerintahan Pak Prabowo Gibran ini bahkan sampai dua periode dukung gitu loh. Supaya Pak Prabowo mendapat keleluasaan dalam bergerak,” jelasnya.
Sebagaimana diketahui, Jokowi akan berkeliling ke sejumlah wilayah di Indonesia dalam waktu dekat. Ia menyatakan bahwa perjalanan tersebut dilakukan untuk memenuhi undangan dari masyarakat di daerah. “Ya ini kan saya banyak undangan-undangan dari daerah-daerah untuk hadir dari masyarakat. Ya saya, saya sudah sehat dan saya akan datangi undangan-undangan yang ada,” ujar Jokowi di kediamannya, Sumber, Banjarsari, Senin (25/5).
Artikel Terkait
PRIMA Serukan Kemenangan Pancasila Lewat Revolusi Ekonomi Kerakyatan di Hari Lahir ke-5 Partai
Misteri Sosok Pak Haji, Dermawan Tengah Malam yang Rutin Bagikan Uang ke Tuna Wisma Jakarta
Wakil Ketua MPR: Pancasila Harus Jadi Kompas Kebijakan di Tengah Ancaman Ekonomi Global
Proyek Galian PDAM di TB Simatupang Picu Kemacetan Panjang hingga Pasar Rebo