Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan mengalami penguatan pada perdagangan hari ini, Selasa (2/6/2026), setelah pada akhir pekan lalu ditutup melemah tipis 0,05 persen ke level 6.127,38. Peluang rebound ini menjadi perhatian pelaku pasar di tengah tekanan yang sempat terjadi akibat aksi jual bersih investor asing.
Pada Jumat pekan lalu, bursa saham mencatatkan aksi jual bersih (net sell) asing sebesar Rp8,36 triliun. Nilai tersebut dipicu oleh proses rebalancing indeks MSCI yang rutin dilakukan. Adapun saham-saham dengan tekanan jual asing terbesar antara lain BBCA, TPIA, AMMN, BBRI, dan BMRI.
Kepala Riset Ritel BNI Sekuritas, Fanny Suherman, memperkirakan IHSG berpotensi melakukan teknikal rebound menuju level 6.250. Namun, ia mengingatkan adanya risiko koreksi lanjutan apabila indeks gagal menembus level tersebut.
“Tapi hati-hati jika gagal break di atas level tersebut, IHSG rentan kembali koreksi,” ujar Fanny dalam keterangan tertulis yang diterima pada Selasa (2/6/2026).
Berdasarkan analisis teknikal, support IHSG saat ini berada pada rentang 6.000 hingga 6.070, sementara resistance berada di kisaran 6.200 hingga 6.300. Rentang tersebut menjadi acuan bagi investor dalam menentukan strategi perdagangan jangka pendek.
Dalam proyeksinya, Fanny merekomendasikan enam saham pilihan yang patut dicermati, yaitu BBRI, AKRA, TLKM, CUAN, PTBA, dan MINA. Masing-masing saham memiliki level entry dan target harga yang disertai batasan kerugian (cutloss).
Untuk saham BBRI, ia merekomendasikan strategi speculative buy dengan area beli di Rp2.930 hingga Rp2.950, cutloss di bawah Rp2.900, dan target terdekat di Rp3.000 hingga Rp3.030. Sementara itu, AKRA juga masuk dalam kategori speculative buy dengan area beli Rp1.230 hingga Rp1.235, cutloss di bawah Rp1.220, dan target Rp1.260 hingga Rp1.300.
Di sisi lain, TLKM direkomendasikan speculative buy pada area Rp3.020 hingga Rp3.030, dengan cutloss di bawah Rp3.000 dan target Rp3.090 hingga Rp3.120. Adapun CUAN, saham sektor energi ini juga masuk speculative buy dengan area beli Rp630, cutloss di bawah Rp615, dan target Rp670 hingga Rp700.
Untuk PTBA, Fanny menyarankan strategi buy on weakness dengan area beli Rp2.730 hingga Rp2.780, cutloss di bawah Rp2.700, dan target Rp2.820 hingga Rp2.860. Saham MINA juga direkomendasikan dengan strategi serupa, yaitu buy on weakness pada area Rp326 hingga Rp330, cutloss di bawah Rp324, dan target Rp344 hingga Rp354.
Artikel Terkait
Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp25.000 per Gram, Buyback Ikut Melemah
BGN Intensifkan Validasi Data Penerima Program Makan Bergizi Gratis
Harga Minyak Melonjak 4 Persen Setelah Iran Disebut Hentikan Negosiasi dengan AS dan Ancam Blokade Selat Hormuz
Analis: Risiko Penghapusan AMMN dan BRMS dari Indeks Emas Global GDX Terbatas Meski Ada Aturan Free Float Baru