Harga Emas Ambrol ke Titik Terendah Sepekan, Tertekan Kekhawatiran Suku Bunga Tinggi Akibat Konflik Timur Tengah

- Jumat, 24 April 2026 | 07:40 WIB
Harga Emas Ambrol ke Titik Terendah Sepekan, Tertekan Kekhawatiran Suku Bunga Tinggi Akibat Konflik Timur Tengah

Harga emas dunia ambrol lagi. Kamis (23/4/2026) kemarin, harganya jatuh ke titik terendah dalam lebih dari sepekan. Penyebabnya? Kekhawatiran bahwa inflasi yang dipicu konflik Timur Tengah bakal bikin suku bunga bertahan tinggi lebih lama dari dugaan.

Emas spot melemah 0,98 persen, mendarat di USD4.694,09 per troy ons. Sebenarnya sempat menyentuh level terendah sejak 13 April. Bahkan, di titik terparahnya, logam mulia ini turun lebih dari 1 persen ke posisi harian terendah USD4.663,69 per troy ons. Cukup brutal.

Seorang trader logam independen, Tai Wong, ngomong gini soal situasi ini:

“AS dan Iran kayak lagi main Battleship versi kelam. Gencatan senjata bisa runtuh kapan aja, dan itu bikin harga minyak melonjak tajam. Akibatnya, aset lain ikut tertekan termasuk emas.”

Dia nambain, “Emas yang Jumat lalu sempat mendekati USD4.900, sekarang udah terasa jauh banget. Reli logam ini mulai pudar.”

Nah, soal Iran mereka makin pamer kendali atas Selat Hormuz. Baru-baru ini, video pasukan komandonya menyerbu kapal kargo besar dirilis ke publik. Semua ini terjadi setelah pembicaraan damai gagal. Padahal, Washington tadinya berharap perundingan itu bisa membuka kembali jalur pelayaran paling vital di dunia.

Perang Iran ini bikin harga minyak terbang. Kamis kemarin, Brent diperdagangkan di atas USD100 per barel. Lonjakan harga energi jelas mendorong inflasi. Dan inflasi yang tinggi? Itu artinya peluang kenaikan suku bunga makin besar.

Di sisi lain, emas emang dikenal sebagai lindung nilai terhadap inflasi. Tapi masalahnya, kenaikan suku bunga justru bikin aset tanpa imbal hasil kayak emas jadi kurang menarik. Ironis, ya?

Menurut jajak pendapat Reuters, para ekonom memperkirakan Federal Reserve AS bakal nahan penurunan suku bunga setidaknya enam bulan ke depan tahun ini. Belum lagi dolar AS yang menguat itu bikin emas yang dihargakan dalam dolar jadi lebih mahal buat pemegang mata uang lain.

Sementara itu, imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun naik ke level tertinggi dalam lebih dari sepekan. Ini jelas ningkatin biaya peluang buat megang emas. Tapi, ada kabar lain: klaim tunjangan pengangguran di AS minggu lalu ternyata naik lebih tinggi dari perkiraan.

Gimana dengan logam lainnya? Perak spot turun 2,7 persen ke USD75,55 per ons. Platinum merosot 3,2 persen ke USD2.008,22. Dua-duanya sempat nyentuh level terendah dalam lebih dari sepekan. Dan paladium? Jatuh 5 persen ke USD1.465,23 per ons. Lumayan serem.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar