Suasana malam Minggu di Gang Jati, Sawangan, Depok, mendadak ricuh. Bentrokan antar suporter sepak bola pecah, berawal dari sebuah pertandingan. Akibatnya, rumah warga rusak dan satu orang harus dilarikan ke rumah sakit karena luka.
Menurut sejumlah saksi, keributan ini melibatkan kelompok pendukung Persija Jakarta dan warga setempat yang kebetulan mendukung Persib Bandung. Kapolsek Bojongsari, Kompol Fauzan, mengonfirmasi hal itu. Kericuhan disebutnya terjadi dua kali dalam satu malam.
“Pada saat Persib unggul satu gol, terdengar suara petasan dari permukiman warga, yang kemudian memicu reaksi dari suporter Persija,” jelas Fauzan, Minggu (11/1).
Video yang beredar memperlihatkan suasana mencekam. Asap putih tebal mengepul, menghalangi pandangan, sementara suara petasan terus bergemuruh. Lokasinya memang rawan. Di dekat tempat kejadian, ada acara nobar suporter Persija di sebuah kafe. Tak jauh dari sana, sekelompok warga yang mendukung Persib juga sedang menyaksikan laga yang sama dari rumah.
Untungnya, keributan pertama tak berlangsung lama. Tokoh masyarakat dan Ketua RW setempat turun tangan, berhasil meredam panasnya situasi untuk sementara waktu.
Namun begitu, ketegangan ternyata belum benar-benar padam. Semuanya meledak lagi begitu pertandingan berakhir. Hasilnya? Persib menang. Kekalahan itu diduga jadi pemicu.
“Skor akhir kalah, mungkin mereka tidak terima akhirnya meluapkan emosinya, hingga memasang petasan. Terjadi saling lempar, warga menyalakan kembang api ke arah massa, kemudian dibalas dengan lemparan batu ke rumah warga, hingga jendela kaca pecah,” ungkap Fauzan merinci kronologi.
Kekacauan itu berlangsung sekitar seperempat jam sebelum akhirnya bisa dilerai oleh polisi yang datang ke lokasi. Soal korban, ada satu orang yang terkena goresan cutter. “Sudah kami bawa ke RSUD Sawangan dan alhamdulillah tertangani dengan baik,” beber Kapolsek.
Meski situasi sudah kondusif, aparat gabungan TNI dan Polri masih terlihat berjaga di lokasi hingga larut malam. Fauzan tak henti-hentinya mengimbau semua pihak untuk menahan diri.
“Kami mengajak seluruh masyarakat dan suporter, baik The Jakmania maupun pendukung Persib, untuk menjaga kamtibmas. Olahraga itu sarana pemersatu, bukan pemicu keributan,” tutupnya.
Nyaris terlupakan, di balik keributan ini, ada satu hal yang jelas: dendam sepak bola sekali lagi merusak ketenangan permukiman warga. Jendela yang pecah mungkin bisa diperbaiki, tapi suasana saling curiga butuh waktu lebih lama untuk disembuhkan.
Artikel Terkait
Ghost in the Cell Dirilis di 86 Negara, Joko Anwar Angkat Horor Penjara dengan Kritik Sosial
Kisah di Balik Nama Unik Klinik Lacasino, Warisan dr. Farid Husain di Makassar
Dinas Peternakan Bone Perketat Pengawasan Hewan Kurban Jelang Idul Adha
Remaja 17 Tahun Ditahan Usai Bawa Kabur Pelajar Perempuan Selama Tiga Bulan