Groundbreaking proyek rumah susun bersubsidi di Meikarta, Cikarang, akhirnya resmi digelar Minggu lalu. Acara itu menandai dimulainya kolaborasi serius antara Badan Pengelola Investasi Danantara dengan Kementerian PKP. Targetnya jelas: menyediakan hunian untuk masyarakat berpenghasilan rendah.
Rosan Roeslani, sang CEO Danantara, tampak optimis. Dalam keterangannya usai acara, dia menyebut pihaknya siap mendanai pembangunan 18 tower rusun subsidi itu. Angkanya tidak main-main.
“Nilai pembangunannya, untuk lahan 12,8 hektare ini, rencananya total jadi 18 tower. Kalau perhitungannya dengan 32 lantai, kurang lebih range-nya antara Rp14 sampai Rp16 triliun,” ujar Rosan.
Dia menambahkan, Danantara bakal mendukung penuh pembiayaan proyek ini. Alasannya sederhana: potensi pasarnya dinilai sangat besar. “Ini proyek yang sangat baik. Supply and demand-nya juga banyak, bisa mencapai 140.000 unit,” tuturnya lagi.
Menurut Rosan, kunci sukses proyek semacam ini ada pada kolaborasi. Pemerintah, Danantara, BUMN, dan swasta dalam hal ini Lippo Group harus bersinergi. Tujuannya agar pengembangan kawasan bisa dirancang matang, mulai dari konsep, harga, sampai skema kepemilikannya bagi warga.
“Melalui kolaborasi ini kami ingin memastikan akses hunian yang layak dan terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah,” tegasnya.
Nah, setelah peninjauan lokasi, kerja nyata pun segera dilanjutkan. Kementerian PKP bersama Danantara akan mematangkan konsep. Tahapannya mencakup penyusunan skema pengembangan, mekanisme penetapan harga, hingga merumuskan kriteria pembelian untuk kalangan MBR.
Di sisi lain, komitmen swasta juga ditunjukkan. Yayasan Pelita Harapan yang dikelola James Riady, CEO Lippo Group, menyatakan kesediaannya. Mereka berniat menyerahkan tiga bidang lahan di kawasan tersebut kepada Pemerintah. Langkah ini jelas untuk mendukung pengembangan hunian bagi masyarakat kurang mampu.
Proyek ambisius ini, jika berjalan sesuai rencana, bukan cuma soal membangun menara beton. Lebih dari itu, ini tentang membuka akses tempat tinggal yang layak bagi ribuan keluarga.
Artikel Terkait
Stok Beras Pemerintah Tembus 5 Juta Ton, Tertinggi Sepanjang Sejarah
Din Syamsuddin Desak Polisi Hentikan Laporan Dugaan Penistaan Agama yang Seret Jusuf Kalla
Akademisi Feri Amsari Dilaporkan ke Polisi Akibat Kritik Swasembada Pangan Era Prabowo
Laba Hyundai Anjlok 30,8 Persen Akibat Tarif Impor AS