Stok Beras Pemerintah Tembus 5 Juta Ton, Tertinggi Sepanjang Sejarah

- Jumat, 24 April 2026 | 11:05 WIB
Stok Beras Pemerintah Tembus 5 Juta Ton, Tertinggi Sepanjang Sejarah

IDXChannel – Stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) baru saja mencetak rekor tertinggi sepanjang masa. Bayangkan, per April 2026, jumlah beras yang tersimpan di gudang Bulog sudah tembus 5 juta ton. Angka yang cukup fantastis, bukan?

Menteri Pertanian yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Pangan Nasional, Amran Sulaiman, melihat ini sebagai sinyal kuat. Menurut dia, produksi beras dalam negeri kini benar-benar sanggup memenuhi kebutuhan nasional. Artinya, kita nggak perlu lagi bergantung pada impor. Dia bahkan optimistis, sepanjang tahun 2026 nanti, Indonesia bakal zero impor beras.

"Indonesia pernah impor beras 2023 dan 2024, 7 juta ton dengan jagung, kurang lebih Rp100 triliun. Alhamdulillah kita tidak impor di 2025. Insyaallah 2026 tidak impor. Kita saling mendoakan, kita kolaborasi," ujar Amran, Jumat (24/4/2026).

Namun begitu, di balik kabar gembira ini, ada juga tantangan yang mengintai. Lonjakan stok yang luar biasa ternyata bikin kapasitas penyimpanan kewalahan. Amran bilang, gudang Bulog yang ada saat ini cuma muat sekitar 3 juta ton. Jadi, kelebihan 2 juta ton itu harus dicarikan tempat.

Pemerintah pun bergerak cepat. Mereka sudah menyewa gudang tambahan dengan kapasitas 2 juta ton. Dan itu belum selesai. Untuk jaga-jaga kalau stok terus bertambah, pemerintah juga lagi proses sewa lagi sekitar 1 juta ton. Semua dilakukan supaya beras-beras ini nggak numpuk di mana-mana.

"Totalnya gudang kapasitas di sini saja, Karawang, kita sewa 102.000 ton, yang sudah terisi 80.000 ton. Mungkin dua minggu ke depan ini penuh lagi. Sekarang kita sudah sewa gudang seluruh Indonesia, 2 juta ton, kapasitas gudang kita hanya 3 juta ton, dan kita sudah sewa lagi kurang lebih 1 juta ton kapasitasnya," jelasnya.

Di sisi lain, Amran menilai kondisi ini justru menunjukkan ada perbaikan besar dalam ketahanan pangan kita. Stok melimpah, impor ditekan, dia yakin masa depan pangan Indonesia bakal lebih kuat. Nada optimisnya terdengar jelas.

"Insyaallah 2026 tidak impor beras. Cadangan kita adalah tertinggi sepanjang sejarah di bulan April ini," pungkasnya.

(Rahmat Fiansyah)

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar