Masayoshi Son, sang pendiri SoftBank Group, punya cerita yang cukup emosional belakangan ini. Ia mengaku harus melakukan sesuatu yang sangat tidak diinginkannya: melepas seluruh kepemilikan saham Nvidia Corp. Padahal, Nvidia bukan perusahaan sembarangan. Mereka adalah raksasa pembuat chip AI dan sempat dinobatkan sebagai perusahaan paling berharga di dunia.
Lalu, apa alasan di balik keputusan yang berat ini? Ternyata, Son butuh uang tunai. Dana segar itu ia perlukan untuk mengejar investasi berikutnya di bidang kecerdasan buatan. Salah satu targetnya adalah OpenAI.
“Saya sama sekali tidak ingin menjual satu saham pun,” ujar Son dalam sebuah forum bertajuk FII Priority Asia.
“Tapi, ya, saya butuh lebih banyak modal untuk berinvestasi di OpenAI dan proyek-proyek lain yang sedang kami garap.”
Ia bahkan tak sungkan mengungkapkan perasaannya yang sesungguhnya. “Saya menangis saat menjual saham Nvidia,” tuturnya. Ungkapan itu cukup menggambarkan betapa beratnya langkah tersebut bagi pria berusia 68 tahun itu.
Artikel Terkait
Pemerintah Pastikan Stok Pangan dan Energi Aman Menjelang Lebaran
ASDP Proyeksikan Lonjakan 9,4% Penumpang Mudik Lebaran 2026, Siapkan Strategi Distribusi
AS Tembak Torpedo ke Kapal Iran, Pertama Sejak Perang Dunia II
Menlu Sugiono Serukan Deeskalasi dan Tawarkan Indonesia Jadi Mediator Konflik AS-Israel-Iran