Masayoshi Son, sang pendiri SoftBank Group, punya cerita yang cukup emosional belakangan ini. Ia mengaku harus melakukan sesuatu yang sangat tidak diinginkannya: melepas seluruh kepemilikan saham Nvidia Corp. Padahal, Nvidia bukan perusahaan sembarangan. Mereka adalah raksasa pembuat chip AI dan sempat dinobatkan sebagai perusahaan paling berharga di dunia.
Lalu, apa alasan di balik keputusan yang berat ini? Ternyata, Son butuh uang tunai. Dana segar itu ia perlukan untuk mengejar investasi berikutnya di bidang kecerdasan buatan. Salah satu targetnya adalah OpenAI.
“Saya sama sekali tidak ingin menjual satu saham pun,” ujar Son dalam sebuah forum bertajuk FII Priority Asia.
“Tapi, ya, saya butuh lebih banyak modal untuk berinvestasi di OpenAI dan proyek-proyek lain yang sedang kami garap.”
Ia bahkan tak sungkan mengungkapkan perasaannya yang sesungguhnya. “Saya menangis saat menjual saham Nvidia,” tuturnya. Ungkapan itu cukup menggambarkan betapa beratnya langkah tersebut bagi pria berusia 68 tahun itu.
Di sisi lain, langkah SoftBank justru semakin agresif. Mereka sedang menggandakan taruhannya di sektor AI. Rencananya macam-macam, mulai dari membangun pusat data raksasa bernama Stargate bersama Hon Hai, mengakuisisi perancang chip Ampere Computing, hingga seperti disinggung Son menyuntikkan lebih banyak dana ke OpenAI sebelum tahun ini berakhir.
Son sendiri tampaknya sedikit gerah dengan anggapan bahwa investasi besar-besaran di AI adalah sebuah gelembung yang akan pecah. Ia punya pandangan yang sangat berbeda.
“Orang-orang yang membicarakan gelembung investasi AI itu sebenarnya tidak cukup pintar,” cetusnya dengan nada tegas.
Menurut hitung-hitungannya, jika industri kecerdasan buatan kelak bisa menyumbang 10 persen dari PDB global, nilai itu akan jauh melampaui semua triliunan dolar yang dihabiskan sekarang. “Lalu, di mana letak gelembungnya?” tanya Son, seolah menantang para peragu.
Artikel Terkait
DPR Desak Pemerintah Segera Lindungi Dua Kapal Tanker Indonesia Terjebak di Selat Hormuz
MUI Kritik Penguburan Hidup-Hidup Ikan Sapu-sapu oleh Pemprov DKI
Gubernur Pramono Mundur dari Urusan Lokasi Konser BTS Usai Ditegur Anaknya yang Juga ARMY
Menkes: Gagal Ginjal Serap Rp13 Triliun APBN, Kini Serang Usia Produktif