Ibunda Vidi Aldiano Ungkap Kehadiran Putra lewat Mimpi pada Acara 40 Hari

- Sabtu, 18 April 2026 | 22:35 WIB
Ibunda Vidi Aldiano Ungkap Kehadiran Putra lewat Mimpi pada Acara 40 Hari

Suasana haru masih terasa jelas di Masjid Raya Nurul Hidayah, Tanah Kusir, Sabtu lalu. Acara 40 hari kepergian Vidi Aldiano itu bukan sekadar ritual. Keluarga, sahabat karib, hingga penggemar setia berkumpul. Mereka berdoa, sekaligus mengenang sosok penyanyi yang telah pergi itu.

Di tengah kerumunan, ibunda Vidi, Besbarini, berbagi cerita. Bagi seorang ibu, kepergian anak tentu meninggalkan luka yang dalam. Namun, dia mengaku masih merasakan kedekatan yang kuat dengan putranya, bahkan setelah empat puluh hari berlalu.

“Iya ya Tante memang merasa bahagia banget kalau memang itu terjadi. Karena Tante memang selalu kalau berdoa dengan membayangkan Vidi ada selalu dekat, dengan membayangkan Vidi," ujar Besbarini.

Tak cuma itu. Ada satu pengalaman personal yang dia ungkap, sesuatu yang mungkin banyak orang tua alami saat kehilangan. Dia pernah merasakan kehadiran Vidi lewat mimpi.

“Pernah sekali. Pernah sekali, Alhamdulillah," katanya singkat, namun maknanya dalam.

Pertemuan singkat dalam mimpi itu rupanya punya arti besar. Meski singkat, momen itu seperti penguat hati, sedikit mengobati kerinduan yang menggunung.

“Iya Alhamdulillah sekali, itu Tante sangat bersyukur mendapat istilahnya titipan ya dari Allah. Terima kasih ya Allah Engkau beri saya rasa, pernah punya anak yang kau titipkan selama umur 36 tahun kurang 20 hari," ucapnya penuh syukur.

Di sisi lain, kekuatan lain datang dari luar keluarga inti. Besbarini merasa mendapat dukungan luar biasa dari cinta masyarakat pada Vidi. Rasanya, dia kini punya lebih banyak “anak”.

“Iya Tante merasa sekarang banyak anak aja, bertambah banyak anak aja. Karena mereka memang sangat-sangat luar biasa ya, dalam arti selain sayang sama Vidi dia menyayangi keluarganya, keluarga Vidi.”

Sementara itu, nuansa acara hari itu juga diatur penuh makna. Warna biru, favorit Vidi, mendominasi dekorasi. Ratusan buku Yasin tersedia untuk tamu yang datang. Bahkan menu hidangannya pun dipilih khusus.

Ada sentuhan Anne Avantie di sana. Tapi yang paling bikin para tamu terenyuh, mungkin sajian gudeg krecek. Itu kan makanan favorit almarhum. Kehadirannya di meja makan seperti menyempurnakan kenangan, mengundang senyum getir di antara doa-doa yang dipanjatkan.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar