SMAN 1 Pangkalan Bun Juara LKBB-PB Kalteng, Siap Berlaga di Tingkat Nasional

- Minggu, 07 Juni 2026 | 14:35 WIB
SMAN 1 Pangkalan Bun Juara LKBB-PB Kalteng, Siap Berlaga di Tingkat Nasional

Tim baris-berbaris dan pengibaran bendera dari SMAN 1 Pangkalan Bun berhasil merebut gelar juara pertama Lomba Kreasi Baris Berbaris dan Pengibaran Bendera (LKBB-PB) tahun 2026 tingkat Provinsi Kalimantan Tengah. Prestasi ini membawa mereka melaju ke ajang nasional yang akan digelar di Jakarta pada Agustus mendatang, bertepatan dengan peringatan Hari Konstitusi.

Dewan juri yang terdiri dari unsur TNI, Kepolisian, dan Purna Paskibraka Indonesia menetapkan SMAN 1 Pangkalan Bun sebagai juara pertama dengan perolehan nilai 8.175. Sementara itu, posisi kedua diraih oleh SMAN 3 Pangkalan Bun dengan total nilai 8.020, dan juara ketiga ditempati oleh SMAN 2 Sampit yang mengumpulkan nilai 7.868.

Deputi Bidang Administrasi Sekretariat Jenderal MPR RI, Heri Herawan, memberikan pesan kepada para juara yang akan mewakili provinsi di tingkat nasional. Ia menekankan pentingnya latihan yang lebih keras mengingat persaingan di Jakarta akan jauh lebih ketat.

“Persaingan nanti di Jakarta sangat ketat. Perwakilan Provinsi Kalteng harus berlatih lagi. Jangan terlalu percaya diri merasa terbaik karena di Jakarta persaingan semakin ketat. Dari provinsi-provinsi lain juga menampilkan yang terbaik,” katanya dalam keterangan yang disampaikan pada Minggu (7/6/2026).

Pernyataan tersebut disampaikan saat penyerahan pengumuman pemenang sekaligus penutupan LKBB-PB 2026 tingkat Provinsi Kalteng yang berlangsung di Halaman Kantor Gubernur Kalteng, Palangka Raya, pada Sabtu (6/6/2026). Pada kesempatan itu, piala juara pertama diserahkan langsung oleh Heri kepada Komandan Regu SMAN 1 Pangkalan Bun, Akbar Firmansyah.

Dalam sambutannya, Heri juga mengingatkan para peserta bahwa kegiatan baris-berbaris dan pengibaran bendera Merah Putih sarat dengan nilai-nilai Empat Pilar MPR RI. Menurutnya, ada nilai kedisiplinan, kekompakan, serta makna Bhinneka Tunggal Ika dan simbol bendera Merah Putih yang terkandung di dalamnya.

“Ada nilai-nilai seperti kedisiplinan, kekompakan, ada makna Bhinneka Tunggal Ika, makna simbol bendera Merah Putih,” tuturnya.

Heri melanjutkan, dalam baris-berbaris terkandung nilai gotong royong, yaitu semangat saling membantu, saling menguatkan, dan saling mengisi yang melampaui batas suku, agama, ras, maupun golongan. Nilai ini, menurutnya, terefleksi secara simbolis dalam setiap gerakan baris-berbaris.

“Nilai gotong royong terefleksi secara simbolis dalam setiap gerakan baris berbaris, ketika yang lebih kuat menyesuaikan langkah dengan yang lebih lemah, ketika barisan depan memberi teladan dan barisan belakang memberi kerapian, serta kesinambungan formasi,” katanya.

Ia juga menambahkan bahwa pelaksanaan upacara pengibaran bendera Merah Putih memiliki makna mendalam. “Simbol Merah Putih, warna merah dimaknai sebagai keberanian, sedangkan warna putih melambangkan kesucian niat dan ketulusan perjuangan,” tuturnya.

Kemenangan SMAN 1 Pangkalan Bun disambut dengan suka cita oleh para siswa dan guru pendamping. Anike Aviyani Putri, guru pendamping regu, mengaku bangga dan terharu. Perjuangan untuk mengikuti LKBB-PB ini, menurutnya, cukup berat.

Untuk sampai ke Palangka Raya, regu SMAN 1 Pangkalan Bun harus menempuh perjalanan selama sepuluh jam. “Dibandingkan dengan sekolah lain, kami mengalami keterbatasan dana. Di tengah keterbatasan ini, kami tetap bisa hadir di LKBB-PB,” ungkapnya.

Namun, Anike menuturkan bahwa perjuangan tersebut seakan terbayar lunas setelah regunya keluar sebagai juara pertama. “Perjuangan anak-anak sangat luar biasa. Saya melihat totalitas anak-anak dalam berlatih. Tadi malam, kami baru selesai pukul 22.00, hujan-hujanan, di tempat penginapan pun kami melakukan latihan. Tadi komandan regu sempat pingsan kekurangan oksigen setelah tampil,” jelasnya.

Anike mengaku cukup beruntung karena regu SMAN 1 Pangkalan Bun sudah lama terbentuk berkat adanya kegiatan ekstrakurikuler baris-berbaris. “Persiapan menghadapi LKBB-PB tingkat nasional di Jakarta tentu kami akan terus berlatih untuk mengasah kemampuan dan skill anak-anak. Kami akan memberikan yang terbaik,” katanya.

Sementara itu, Akbar Firmansyah mengaku bersyukur atas raihan juara pertama ini. “Memang tadi sempat pingsan setelah tampil. Tapi, rezeki (kemenangan) sudah ada yang mengatur. Kami latihan tadi malam, hujan-hujanan, kecapekan. Tapi alhamdulillah perjuangan itu dibalas dengan yang setara menjadi juara pertama,” ujarnya.

Untuk menghadapi persaingan di tingkat nasional, Akbar menegaskan bahwa regunya akan berlatih lebih keras lagi. “Menghadapi LKBB-PB tingkat nasional, kami memiliki waktu persiapan lebih lama. Kami akan berlatih lebih keras lagi,” pungkasnya.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar